oleh

Empat Sekolah Terapkan Lima Hari Sekolah

-Pendidikan-352 views

PRABUMULIH – Dari 18 sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA), baik negeri ataupun swasta di Kota Nanas ini. Sejauh ini, setidaknya baru sekitar 4 sekolah yang menerapkan sistem Full Days School (FDS).

Diantaranya; SMAN 2, SMAN 3, SMAN 6, dan SMAN 7. Sementara itu, SMAN 4 dan SMAN 5 segera menyusul pada tahun ajaran baru nantinya.

Kepala SMAN 4, Dahril Amin MPd menerangkan, kalau pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menerapkan FDS pada tahun ajaran baru nantinya.

“Kalau tidak ada halangan, di tahun ajaran baru ini siswa kita tidak lagi sekolah 6 hari, tetapi hanya 5 hari dengan sistem FDS. Sementara itu, Sabtu dan Minggu siswa libur,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bumi Seinggok Sepemunyian ini ketika dibincangi koran ini, kemarin (1/3).

Diakuinya, sebelumnya memang sempat ada imbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal sekolah-sekolah di SMA, supaya segera melaksanakan FDS.

“Meski sekedar imbauan, tetapi kalau bagus tidak ada salahnya kita terapkan, apalagi untuk peningkatan mutu dan kualitas siswa. Memang sekolahnya sampai sore, berbeda dengan sekolah 6 hari,” jelasnya.

Kepala SMAN 7, M Aliyenah SPd MSi menjelaskan, kalau penerapan FDS telah berlangsung di sekolanya sejak semester ganjil pada tahun ajaran 2017/2018. Menurutnya, lewat FDS anak berhak atas pendidikan yang terbaik dan juga waktu luang bersama keluarganya.

“5 hari sekolah, dan 2 hari libur bisa berkumpul dengan keluarga. Keluarga tersebut sangat penting bagi pelajar,” ucapnya.

Sambungnya, untuk melaksanakan FDS sendiri, sekolahnya telah memenuhi syarat. Yaitu, ketersedian kantin yang sehat di sekolah dan juga sarana ibadah bagi siswa. Dan, FDS sendiri, siswanya belajar mulai dari pukul 6.45 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Masjid sebagai sarana ibadah sudah kita miliki, selain belajar siswa juga diselingi dengan ibadah,” tandasnya.

Kepala SMAN 3, Karwono MPd menerangkan, kalau pihaknya baru sekitar satu minggu menerapkan FDS. Dan, selama ini memang siswanya Sabtu tetap sekolah. Nah, sistem FDS ini secara tidak langsung artinya siswa Sabtu dan Minggu libur.

“Kita sambut positif, imbauan Mendikbud supaya SMA sekarang ini secara bertahap untuk melaksanakan FDS di setiap sekolahnya. Dan, kita yakin tujuannya baik ditetapkannya FDS. Makanya, kita sambut positif dan mulai terapkan,” kata dia.

Ia menambahkan, meski belajar sampai sore dan selama ini juga demikian di sekolahnya. Sehingga, penerapan FDS sekolahnya tidak perlu persiapan khusus. Dan, langsung diterapkan begitu saja. Hanya saja, Sabtu dan Minggu benar-benar dimanfaatkan siswa untuk libur.

“Sehingga, pada Seninnya siswa kembali fresh untuk kembali belajar dan menuntut ilmu,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA, Ruslan Maladi MPd menjelaskan, baru 3 sekolah yang mengantongi Surat Keputusan (SK) penerapan FDS dari Disdik Provinsi. Yaitu; SMAN 2, SMAN 6 dan SMAN 7. “Kalau SMAN 3 sudah melaksanakan, artinya tinggal mengurus SK-nya saja ke Disdik Provinsi. Sedangkan, SMAN 4 dan SMAN 5 akan menyusul di tahun ajaran 2018/2019 ini,” jelasnya.

Kata dia, FDS tersebut tidak wajib. Sekolah, bebas memilih melaksanakan atau tidak bergantung sarana prasarana yang dimiliki sekolah.

“Hanya imbauan, tetapi memang kita akui FDS lebih bermanfaat. Karena, siswa punya waktu lebih banyak libur. Dan, khususnya yang kelas XII bisa ikut Try Out (TO) di Palembang,” tandasnya.

Tambahnya, secara tidak langsung juga, siswa dipacu untuk belajar lebih giat dan rajin. Apalagi, FDS sendiri belajarnya hingga sore hari. Dan, pihaknya berharap sekolah yang sudah lengkap sarana prasarananya. “Bisa melaksanakan FDS, untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kota ini,” tandasnya. (03)

News Feed