oleh

Elva Lidya Guru MIN 1 Prabumulih Tutup Usia

PRABUMULIH – Nama Elva Lidya SPd MSi kini akan menjadi kenangan, sosok yang penuh semangat dalam menggalakkan literasi membaca dan menulis ini, kini telah kembali ke Sang Pencipta di Rumah Sakit Umum Prabumulih, Rabu malam.

Elva Lidya,S.Pd.,M.M

Mantan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Prabumulih ini, alami sesak nafasnya sejak 20 tahun lalu, bahkan dalam setiap harinya tak bisa jauh dari alat bantu pernafasan kapanpun dan dimanapun berada, namun tetap bisa semangat berkarya.

Hal ini dibuktikannya dengan tetap menghasilkan karya satu buah buku berjudul Mengukir Pelangi di Madrasahku,  serta hasil karyanya di laman website:gurusiana yang tetap menulis hingga dua hari sebelum kepergiannya untuk selamanya.

Saat media ini menelusuri hasil karyanya, di tengah masa sulitnya ibu dua anak ini tetap menulis, dua hari sebelum kepergiannya untuk selamanya. Dalam tulisannya terakhir, Tantangan Hari Ke- 252 #TantanganGuruSiana berjudul Buku Kuda.

“Hari itu juga, siang menjelang sore tiba-tiba paket buku kuda, sudah sampai juga dipelukanku. Terima kasih tuk semuanya. Prabumulih, 17 Mei 2021,” tulisnya di laman gurusiana yang diinginkannya di facebook pribadinya.

Istri Ansarullah ini, dimakamkan sesuai dengan protokol pasien corona pada Kamis (20/5/2021) meskipun hasil dari tes belum keluar. Meski  begitu, namun pihak keluarga ikhlas dan tetap mematuhi apapun instruksi yang terbaik dari pemerintah daerah.

“Beliau memang sudah lama sakit sama, sejak tahun 2021. Kita tidak tahu dia positif corona atau tidak. Namun karena pemerintah meminta untuk dimakamkan secara protokol covid, maka kita ikuti saja aturan Pemerintah. Namun hasil swab dari Palembang belum keluar,” ujar adik Almarhumah Elva Lidya, Pedro Santoso AB SPd MSi saat dikonfirmasi di rumah duka, Perumnas 1 Gunung Ibul Prabumulih Timur.

Terakhir wanita ini mendapatkan kepercayaan untuk menjadi wali kelas 6A di MIN 1 Kota Prabumulih. Wali siswa yang sering berkomunikasi dengan almarhumah sangat kehilangan karena sosok Ibu dua anak ini sangat peduli dengan anak-anak. “Beliau  orang baik, beliau peduli dengan anak-anak yang nilai kecil saat belajar dalam jaringan, akan dibimbing secara tatap muka jika tidak tuntas. Kami terahir komunikasi saat anak melaksanakan ujian sekolah. Semoga almarhumah husnul khotimah,” ujar Febrian  salah seorang wali siswa kelas 6 MIN Prabumulih. (05)

Komentar

News Feed