oleh

Elma : Mataku tak Sanggup Melihat Tulisan di Layar HP

-Pendidikan-14 views

PRABUMULIH – Berada pada masa pandemi virus corona, dunia pendidikan saat ini menjadi sorotan utama bagi semua orang. Betapa tidak dari yang sebelumnya anak-anak diminta untuk rajin belajar, tidak banyak main android dan harus menjalin silaturrahmi dengan berkunjung ke rumah keluarga, kini semua keadaan menjadi terbalik.

Para siswa kini makin banyak memegang HP android, dengan alasan untuk mendukung proses belajar mengajar dari jarak jauh dalam jaringan (daring). Rumah adalah tempat yang paling aman, dan keluar dari rumah dihantui rasa khawatir.

“Kini masker adalah suatu acsesoris utama yang wajib digunakan saat keluar rumah, sering mencuci tangan bahkan dimanapun harus berjarak dengan siapapun. Karena itulah kita juga terpaksa harus jauh dari siswa saat melakukan tugas untuk mengajar,” kata Elma SPd, wali kelas IV SDN 14 Prabumulih.

Wanita yang sudah puluhan tahun mengajar ini, mengakui bahwa tahun ini adalah tahun yang luar biasa banyak perubahan saat mengajar. Kalau dikatakan efektif, sangat jauh dari efektif. Karena guru menjelaskan pelajaran kepada para siswa dari jarak jauh, sangat tidak leluasa.

Apalagi mata pelajaran matematika, yang dijelaskan didepan mata boro boro mengerti, apalagi dijelaskan dari jarak jauh dengan tulisan.

“Sangat banyak keterbatasan belajar dari jarak jauh ini, pokoknya yang terbaik adalah belajar dan mengajar secara tatap muka langsung, dan bebas menjelaskan kepadaanak anak, serta anak-anak langsung bisa bertanya jika tidak jelas. Namun saat ini kita hanya mengikuti ketentuan yang ada,” keluhnya.

Untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh, wanita yang tinggal di Jalan kapten Abdullah ini hanya meminta agar para siswa mengumpulkan tugas dan menulis jawaban dibuku tulis, lalu kumpulkan ke sekolah. Entah setiap hari, tiga hari sekali atau satu minggu sekali.

“Yang penting siswa harus kumpulkan jawaban soal atau tugas yang diberikan dikumpul ke sekolah, sehingga kami para guru bisa mengkoreksi dengan seksama. Apalagi siswa yang dari kelas bawah, tulisannya belum begitu bagus. Makanya kita harus lihat langsung dari buku, karena mata saya tidak sanggup lagi melihat tulisan di layar HP,”tutur ibu paruh baya ini.

Lebih jauh ia mengatakan, yang penting pihak sekolah tidak menghambat, para siswa untuk belajar. setiap hari dijadwalkan untu mengumpulkn atugas.  “Siswa yang tidak punya hp, wali murid yang harus mengambil tugas. Dengan mematuhi protokol kesehatan, tandasnya.(05)

 

Komentar

News Feed