oleh

Dua Sekolah Sasaran Program Digitalisasi

-Pendidikan-88 views

PRABUMULIH – Kota Prabumulih juga mendapatkan program digitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setidaknya ada 2 sekolah yang menjadi sasaran Bos Kinerja dan Bos Afirmasi, yaitu SMPN 1 penerima Bos Kinerja dan SMPN 11 sebagai penerima Bos Afirmasi.

Diketahui, Bos Afirmasi adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah tertinggal, sangat tertinggal di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sementara Bos Kinerja adalah program Pemerintah Pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan, sekaligus sebagai stimulus bagi sekolah lainnya untuk mendorong mutu layanan pendidikan. Bos Kinerja diberikan ke sekolah yang memang performance nya lebih baik selama dua tahun terakhir, indikator dasar yang digunakan sementara ini adalah rapor mutu sekolah yaitu bisa dilihat adanya kenaikan rata-rata nilai UN selama 2 tahun dan indeks kinerja daerah.

“Dana tersebut digunakan untuk mendukung digitalisasi sekolah yaitu untuk pembelian tablet yang diperuntukkan untuk siswa kelas 8 dari kedua sekolah tersebut,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi melalui Heryadi SPd.

Haryadi mengatakan setidaknya untuk SMP 1 besaran dana kisaran Rp700 jutaan, Sedangkan untuk SMP 11 karena jumlah siswa yang sedikit dana BOS afirmasi berjumlah hampir Mencapai Rp200 juta.

“Penunjukannya sudah keluar, pihak sekolah tinggal menunggu pencairan dana lalu pembelian android untuk siawa.peruntukannya diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah dan dapat membawa siswa menjadi lebih melek Tekhnologi,”tandasnya.

Lebih jauh Heryadi mengatakan, sebelum merealisasikan penggunaan dana BOS afirmasi dan bos kinerja, sebelumnya mereka harus berkonsultasi dengan walikota Prabumulih karena sebelumnya penggunaan HP di lingkungan sekolah itu ada larangan.

“Sebenarnya perkembangan teknologi itu tidak bisa dibatasi karena itu kita perlu konsultasi dengan walikota Prabumulih terkait program ini dengan tujuan kita ingin mengikuti kemajuan dunia pendidikan,”tandasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Prabumulih Drs Asrowi, saat dikonfirmasi mengatakan belum begitu berani banyak berbicara karena dana BOS afirmasi belum direalisasikan. yang jelas dia mengaku sangat bersyukur karena menjadi sasaran Bos afirmasi.

“Kami sangat bersyukur menjadi sekolah pertama yang menjadi sasaran Bos afirmasi Hal ini dikarenakan kami mulai berani melaksanakan ujian nasional berbasis komputer secara mandiri meski berada di lokasi yang jauh dari keramaian Kota Prabumulih,”tandasnya singkat.(05)

Komentar

News Feed