oleh

Dua PNS Mendadak Dimutasi

-Metropolis-369 views

PRABUMULIH – PJs Wali Kota H Richard Chahyadi AP MSi Rabu (25/4) mendadak memindahkan dua pegawai RSUD Prabumulih.
Kedua pegawai RSUD yang dipindahkan tersebut diketahui berinisial DK-seorang pegawai esselon IV dan seorang staf RSUD berinisial AH.
Informasinya, keduanya dipindahkan mendadak karena tak respect atau kurang hormat saat Richard melakukan sidak.
“Bukan dipecat, tetapi belum lagi ketemu Pjs Wako, tadi memang sempat melakukan sidak di RSUD. Keduanya, absen dan datangnya lebih pagi dari saya,” ujar salah seorang sumber di RSUD.
Sumber tersebut menyebutkan, kejadian itu bermula saat sidak pagi kemarin, DK tengah menelpon sejumlah bawahannya dan meminta untuk segera melakukan absensi karena bakal ada sidak.
Namun apesnya, saat itu DK diduga mengucapkan kata-kata yang kurang pantas di telepon, dan itu didengar langsung oleh Richard. Richard yang mendengar itu sontak emosi. “Kamu tahu nggak sama saya,” ujar sumber tersebut mencoba menirukan amarah Richard kepada DK saat itu.
“Siang ini (kemarin, red), kedua pegawai tersebut diwajibkan menemui Pjs Wako. Kalau dipindahkan saya tidak tahu,” ujar sumber tersebut.
Sementara itu, Richard yang diwawancarai sejumlah wartawan membenarkan hal tersebut. “Pimpinannya sudah mengingatkan, agar seluruh PNS absen ketika masuk dan pulang bekerja. Dua pegawai ini, tidak mau mematuhi dan tetap bandel. Makanya, sebagai sanksinya terpaksa kita pindahkan dua pegawai tersebut. Eselon IV dan Staffnya,” jelas Richard kepada koran ini, kemarin (25/4).
“Dan itu jelas akan menjadi prioritas pembenahan yang akan kita lakukan. Wajar saja, kalau RSUD tidak terlalu memberikan sumbangsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” tukasnya.
Dirinya tak menampik, pembenahan yang dilakukan berujung pada mutasi di sejumlah pegawai lingkungan RSUD. Disebutkannya, kurang displinnya pegawai disebabkan minimnya pegawasan dari pimpinannya.
“Pembenahan tidak hanya pada personel, tetapi juga sistemnya. Ini hanya salah satu sampel, SKPD yang saya temukan hasil sidak di kota ini,” tukasnya.
Disinggung, kemungkinan soal adanya pergeseran jabatan Direktur RSUD. Sebagai bentuk tanggung jawab, karena kurang pengawasan terhadap bawahannya.
Ungkapnya, ayah tiga anak ini tidak membantah dan tidak juga mengiyakan hal itu. “Kita liat saja nanti, segala sesuatu bisa saja terjadi. Yang jelas, akan kita lakukan pembenahan di jajaran eselon dan juga stafnya. Pegawai yang tidak hadir alias absen, sudah kita minta kumpulkan dan menghadap saya siang kemarin,” tegasnya.
Direktur RSUD, dr Hj Rusmini MKes yang diwawancarai lewat sambungan telepon mengaku belum mengetahui pemindahan dua pegawainya. Yang ia tahu bahwa PJs Wako benar melakukan sidak ke RSUD. Kata dia, usai apel sidak langsung pergi memenuhi panggilan Pansus DPRD. Dan, tidak mengetahui, kalau ada dua pengawainya yang bakal dipindahkan.
“Kalau soal ada pegawai yang dipindahkan belum mendapatkan laporan. Tadi pagi, memang Pjs Wako melakukan sidak ke RSUD. Tetapi, memang ada dua pegawai yang dipanggil menghadap Pjs Wako,” tukasnya. (03)

News Feed