oleh

Dua BD Narkoba Mabes Diciduk. Petugas Amankan 48 Paket Sabu

PRABUMULIH – Baru dua hari melaksanakan operasi antik, Polres Prabumulih telah berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkoba di wilayah hukumnya pada Selasa (16/7). Hasilnya dua bandar alias BD narkoba jenis sabu berdomisili di Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara berhasil diciduk.

BD pertama, Asep Saputra (19), warga Jalan Mayor Iskandar RT 12/RW 005 Kelurahan Mabes, Kecamatan Prabumulih Utara diringkus Tim Opsnal Satres Narkoba dipimpin Kanit Idik I, Ipda Sardinata SH pada Selasa lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tersangka Asep diringkus di Jalan Raya Baturaja, Gang Damai Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan. Dari tangannya, petugas menyita 18 paket narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3,09 gram tersimpan di kotak rokok magnum tersimpan di kantong celana jeans. Lalu, uang tunai Rp 300 ribu, 1 buah celana jeans pendek warna hitam, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vega Nopol BG 3144 OH.

Lalu, BD kedua, Adian Febri (33), warga Jalan Mayor Iskandar, Gang Arena RT 016/RW 007 Kelurahan Mabes, Kecamatan Prabumulih Utara. Ia ditangkap di kediamannya atas informasi masyarakat pada Selasa (16/7), sekitar pukul 20.00 WIB.

Petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangannya, berupa 30 paket narkoba jenis sabu dengan berat bruto 4,27 gram. Lalu, 1 buah kotak rokok merk Sampurna warna putih.

Usai penangkapan kedua BD narkoba jenis sabu tersebut. Kini, telah menjalani proses hukum di Mapolres Prabumulih, untuk penyelidikan dan pengembangan kasus selanjutnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Narkoba, AKP Zon Prama SH menerangkan, kalau keduanya masuk target operasi (TO) dalam operasi Antik ini.

“Kedua tersangka berikut barang bukti kasus narkoba telah diamankan dan disita. Kasusnya, masih kita kembangkan. Penyulai sabunya, DPO kita buru,” ujarnya di sela-sela press release ungkap kasus narkoba, Kamis (17/7).

Lanjutnya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No 35/2009 tentang narkotika dan psikotropika. Ungkapnya, tersangka Asep dikenakan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, juga dikenakan denda Rp 1-10 miliar. “Lalu, sama juga dengan tersangka Bimbi. Dikenakan pasal serupa,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Asep mengaku, sudah tiga kali mengambil barang dari BD, WH asal Prabumulih. Nah, ketiga kalinya belum sempat dijual sudah tertangkap petugas. “Kita dikasih barang dulu, baru dibayar atau disetor setelah laku. Sudah tiga kali ngambil barang dari WH,” tukasnya.

Dirinya tergiur berbisnis narkoba jenis sabu, karena hasilnya yang jauh lebih besar dari penghasilannya sebagai buruh. “Sepaket aku jual Rp 100-150 ribu, lumayan hasilnyo sehari bejualan. Apolagi, kalau barang abis pacak untung besak,” ucapnya.

Lalu, Bimbi, resedivis kambuhan baru 6 bulan keluar penjara, karena kasus pencurian menerangkan, kalau dirinya mengambil barang dari SP, asal Pengabuan, PALI. “Pertamo seji Rp 800 ribu, keduo Rp 1,5 ji Rp 1,2 juta. Terakhir, setengah ji Rp 400 ribu. Dipecah-pecah, dijual Rp 100-200 ribu,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed