oleh

DPR Ingatkan Bahaya Pelemahan Rupiah Terhadap Perekonomian di Daerah

-Nasional-180 views

Jakarta – Anggota Komisi XI, Soepriyatna mengingatkan dampak buruk pelemahan rupiah bagi perekonomian di daerah. Menurutnya, ketika rupiah melemah daya beli masyarakat bakal turun.
“Ya pasti berpengaruh. Kalau ini pergerakannya konstan, pasti pengaruhnya akan makin besar, daya beli masyarakat terpukul sebab harga-harga akan naik, ” katanya, di Jakarta, Kamis (20/9).
Dalam jangka panjang, pelemahan rupiah akan membahayakan, tidak hanya perekonomian di daerah, tapi juga nasional. Semua ini, bergantung ekonomi makro.
“Ekonomi makro sih kurang bagus. Nah sekarang kita lihat ekonomi mikronya. Kalau tetap seperti ini akan berbahaya, ” kata dia.
Bahkan, bila tak segera dikendalikan akan memaksa pemerintah untuk mencetak uang lagi. Apalagi, perbankan juga memiliki utang dalam bentuk valas yang tidak sedikit.
“Kalau mereka tak mampu bayar, wah ngeri. Makanya kita lihat, dalam 3 bulan ini. Kalau dalam 3 bulan ini pertumbuhan ekonomi masih stagnan, rupiah nggak stabil naik turun ya akhirnya banyak investor kabur. Industri juga tekor, ” kata dia.
Politikus Gerindra ini menyarankan, pemerintah untuk mengencangkan ‘ikat pinggang’. Artinya, pemerintah harus efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran.
“Jadi pemerintah harus tinggalkan euforia-euforia lah. Apalagi kita menghadapi tahun politik. Makanya kita berharap politik ini damai, jangan sampai kisruh, ” kata dia.
Sebagai informasi, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.849 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore ini, Kamis (20/9). Posisi ini menguat 26 poin atau 0,16 persen dari posisi kemarin sore, Rabu (19/9) di Rp14.875.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta perusahaan yang ada di Indonesia mengurangi penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) dalam bertransaksi. Hal itu harus dilakukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Beberapa perusahaan, kami sudah persuasi agar transaksinya dalam bentuk dolar AS bisa dikonversi menjadi rupiah, sehingga tidak menimbulkan permintaan dolar yang tidak perlu,” ucap Sri Mulyani.
Dia menambahkan, upaya konversi transaksi perusahaan RI untuk menggunakan rupiah merupakan salah satu cara untuk menghasilkan devisa sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia di tengah perang dagang. (Mad/FIN)

News Feed