oleh

Dorong Pelajar Perangi Narkoba Lewat Literasi Positif

PRABUMULIH – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengundang sekitar 50 pelajar dari tingkat SMP hingga SMA, tidak hanya untuk membekalinya masalah bahaya dan negatif narkoba saja. Tetapi, para belajar ini lewat kegiatan P4GN diberikan motivasi memanfaatkan literasi guna memerangi narkoba.

Kepala BNN, AKBP Ridwan SH menerangkan, literasi juga mempunyai peranan penting dalam menghasilkan pemberitaan dan juga konten-konten positif sebagai sarana edukasi dan sosialisasi bahaya dan dampak negatif narkoba.

“Harapan kita, lewat pemberian bekal khususnya masalah kejurnalistikan. Para pelajar bisa menghasilkan karya jurnalistik, terkait perang terhadap narkoba sehingga meningkatkan kesadaran pelajar menjauhi narkoba,” ujar Ridwan di sela-sela kegiatan di Ballroom Favehotel, Rabu (11/11/2020).

Soal narkoba, akunya, di Indonesia memang dibutuhkan tetapi bukan untuk penyalahgunaan dan peredaran gelap.

Kata Ridwan, penggunaan narkoba diperbolehkan hanya untuk keperluan medis. Dan, juga penelitian. “Narkoba boleh dipergunakan, untuk kepentingan medis dan penelitian. Yang dilarang itu penyalahgunaan dan peredaran gelap,” terangnya.

Sambungnya, penyalahgunaan narkoba dan peredarannya harus dihindari. Karena, punya dampak negatif dan bahaya serta efeknya merugikan. “Narkoba, sangat merugikan tidak hanya bagi kesehatan. Tetapi, keluarga dan juga terancam penjara,” tegasnya.

Pelajar sendiri, belum terkena atau terjerat narkoba kata dia, merupakan sasaran primer, makanya perlu diberikan penyuluhan.

“Indonesia ini, salah satu pasar terbesar peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Karena, bisnis ini menguntungkan dan perputaran uangnya besar. Dan, permintaan narkoba di Indonesia cukup besar,” tukasnya.

Ia pun, berpesan, agar pelajar agar menjauhi narkoba. Karena, tidak ada untungnya terlibat narkoba. “Jauhi narkoba, mari kita hidup 100 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Harian Umum Prabumulih Pos, Ade Rosad sebagai nara sumber soal jurnalistik memotivasi pelajar untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik dan bukan hoaks.

“Dasar membuat karya jurnalistik, yaitu berdasarkan 5W1H dan S. Setidaknya, bisa menghasilkan karya jurnalistik dalam rangka berkontribusi memerangi narkoba. Dalam rangka menekan, angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” jelas Ade.

Pria yang kini tengah melanjutkan pendidikan S-2 di UIN Raden Fatah ini menambahkan, terus memotivasi agar karya jurnalistiknya ke depan bisa menghiasi masyarakat terkait bahaya dan dampak negatif narkoba. “Supaya, masyarakat sadar bahaya dan dampak negatif narkoba sangat merugikan,” tukasnya. (03)

Komentar

News Feed