oleh

Diupah Pakai Narkoba, Yogi Rela Jadi Kurir

PRABUMULIH – Pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum (Wilkum) Polres Prabumulih terus dilakukan, satu persatu tersangkanya berhasil diringkus dan dijebloskan ke penjara. Terbaru, dua tersangkanya, Yogi Arisandi (23), warga Jalan Karang Jaya RT 02/RW 02 Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur sebagai kurir narkoba. Dan, Ahmad Taqwa (30), warga Jalan Perumnas Prabu Indah RT 06/RW 04 Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur sebagai pemuja narkoba. Diamankan petugas Tim Opsnal Satres Narkoba di kedua lokasi berbeda.

Yogi sendiri ditangkap pada Selasa lalu, 6 Agustus lalu, sekitar pukul 16.00 WIB tidak jauh dari kediamannya. Penangkapannya sendiri, hasil lidik petugas mendapat informasi kalau tersangka sering bertransaksi narkoba. Dari tangannya, petugas berhasil menyita 4 paket narkoba jenis sabu seberat 0,74 gram dan 1 lembar jaket sweater lengan panjang warna abu-abu. Sedangkan, Taqwa ditangkap pada Rabu lalu, 7 Agustus, sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Kenari Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara. Dari tangannya, petugas menyita 1 paket narkoba jenis sabu seberat 0,24 gram dan jaket sweater warna abu-abu.

barang bukti

Penangkapan Taqwa, juga tidak jauh berbeda hasil lidik petugas. Dan, ketika ditangkap disaksikan Ketua RT setempat. Kepada petugas, Yoga mengaku, baru seminggu menjadi kurir narkoba. Hanya berbekal upah pakai narkoba, karena dirinya sebagai pecandu. “Aku nganter barang punyo UL (Inisial, red), wong Karang Jayo tulah. Baru sekitar seminggu lah, diupah makai gratis bae,” bebernya. Sementara itu, Taqwa mengaku, sebagai pemakai selama satu tahun. Memakai narkoba, seminggu sekali beli paket Rp 100.

“Pas ketangkap itu, aku abis beli barang dari IV (Inisial, red), warga belakang pasar. Aku beli paket Rp 100 ribu. Seminggu sekali aku rutin make,” sebutnya. Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasatres Narkoba, AKP Zon Prama SH menerangkan, kalau perburuan tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkoba masih terus dilakukan jajarannya. “Dua tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkoba, berhasil dibekuk petugas kita. Sudah kita amankan dan jebloskan ke penjara, barang buktinya telah kita sita untuk menjeratnya,” pungkasnya.

Keduanya, kata Kapolres, dijerat dengan Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) No 35/2009 tentang narkoba dan psikotropika. Kurir narkoba Yogi, dikenakan Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 112 ayat 1. Sedangkan, Taqwa dikenakan Pasal 112 ayat 1. “Ancamannya paling rendah dipenjara 5 tahun, dan maksimal 20 tahun penjara. Selain penjara, juga diancam dena Rp 1 miliar paling sedikit dan paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed