oleh

Diserang Lalat, Warga dan Pemilik Warung Resah

-Metropolis-332 views

PRABUMULIH – Sejumlah warga Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, resah akibat serangan ribuan lalat ke pemukiman.

Warga menduga, hama lalat tersebut berasal dan disebabkan dari kandang ayam yang ada di kawasan Jalan Tanjung Menang Simpang 4 cucian Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Pemilik warung makan sekaligus warga yang tinggal di RT 1 RW 1 Kelurahan Patih Galung, Ferli Farasya mengaku terganggu sejak kehadiran ribuan lalat tersebut. “Sejak ado kandang ayam inilah Ado lalat. Kami dak biso hidup sehat lagi. Nasi lah dihinggapi lalat duluan, nak tedok siang lalat masuk hidung. Piring cangkir lalat galo. Budak-budak ngopi dak ditutup masuk lalat,” katanya, Selasa (16/2/2021).

Saat ini kata dia, pengunjung warung makan menjadi sepi akibat dampak dari serangan lalat. “Omset sepi, wong makan di warung jadi malas oleh liat lalat,” imbuhnya seraya mengaku setiap hari membeli lem lalat dan semprot Vape selama 3 hari sekali untuk memburu lalat.

Dengan munculnya ribuan lalat tersebut, ia berharap agar kiranya pengusaha kandang ayam berupaya agar dapat mengatasi lalat. “Kalau bisa untuk pengusaha ayam, tolong kondisikan lalat ini. Kami dak minta apo-apo, tapi tolong kalau biso dio maju, kami disini dak terdampak lalat. Kami biso istirahat,” harapnya sembari menunjukkan ribuan lalat yang sudah menempel pada kertas lem lalat.

Keluhan terhadap kemunculan hama lalat, juga dirasakan oleh sejumlah pemilik warung makan di Jalan Sudirman Kelurahan Patih Galung.

Naini salah satunya, pemilik warung makan ini mengaku sudah sejak beberapa hari ini banyak lalat hingga di warung makan. “Resah jugo, lalat dikit resah apolagi kalau sudah banyak. Sebab jadi kelihatan jorok, walaupun sudah rajin dibersihkan meja makan, hampir rata rata yang punyo warung makan banyak ngeluh oleh lalat,” kata Naini menambahkan selalu menyediakan lilin untuk mengusir lalat.

Tak hanya pemilik warung, warga juga mulai mengeluhkan karena banyak lalat hinggap ke rumah rumah. “Dak tau dari mano, sekarang ini banyak nian lalat,” ucap beberapa warga.

Sementara itu pemilik kandang ayam, Rison mengaku kandang ayam dikawasan simpang 4 sudah lama beroperasi. Dimana ada 3 pemilik dengan masa operasi mulai dari 8 tahun, 5 tahun dan 3 tahun.

Sehingga dirinya mengisyaratkan keberatan bila dituding penyebab munculnya ribuan lalat dari kandang ayam.

“Toh baru hari ini ada keluhan, posisi kandang ayam ada yang 1 kg dan 1,5 kg. Kalau kami inikan kandang kami jaga juga lalat ini. Tapi namanya lalat ini banyak kan tidak mungkin habis. Perangkap kami pasang. Dan lalat ini kalau ayam umur 3 minggu belum ada. Biasanya seminggu sudah panen hilang,” terangnya.

Dirinya mengaku kandang ayam, biasanya dibersihkan selama 3 kali hingga panen. “Sedangkan kami bersihkan kotoran ayam dibersihkan 3 kali pembersihan. Jadi kalau dibilang lalat berkembang di kandang, ada juga yang datang. Umur 22 hari sekali, seminggu kedepan diambil lagi panen habis 35 hari kotoran habis ayam habis. Mungkin adalah lalat dikandang tapi dikit,” imbuhnya menuturkan untuk pemilik kandang dengan jumlah populasi berbeda mulai dari 10 ribu, 12 ribu dan 7 ribu.

Darmantoni, yang juga pemilik kandang ayam menambahkan akan berupaya lebih baik kedepan. “Untuk kedepan mungkin lebih steril lagi, dari 3 kali mungkin 5 kali (pembersihan), dan perangkap dipasang kedepan ini,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed