oleh

Disdikbud Kucurkan Dana Miliaran. Lanjutkan Pembangunan Enam Sekolah

PRABUMULIH – Pengerjaan pembangunan 6 untuk SMPN, yang sempat pada tahun 2017 dilanjutkan 2019 ini. 6 sekolah tersebut yakni yaitu SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 9 dan SMPN 12. Nah, dana yang siapkan tidaklah sedikit. Bahkan dana yang dikucurkan dari APBD tahun 2019 itu jumlahnya fantastis mencapai miliaran rupiah. Betapa tidak, untuk SMPN 4 saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menganggarkan dana senilai Rp 1 Miliar, untuk pembangunan lanjutan kontruksi bertingkat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi saat dikonfirmasi koran ini mengatakan agar pekerjaan, bisa selesai dalam waktu yang sudah ditentukan. Sementara untuk pengamanan, seluruh pengerjaan bangunan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Prabumulih ini dibawah pengawasan pihak kejaksaan kota Prabumulih dalam Tim Pemantau, Pengawal Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Kita berharap agar pelaksanaan pembangunan bisa selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Sehingga pihak sekolah bisa memanfaatkan bangunan yang memang sudah sangat dinanti selama ini,”tandanya.

Terpisah Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Prabumulih, Amin Jaya SPd MSi melalui wakil kepala sekolah, Tati Maryani SPd mengatakan bahwa proses pelaksanaan pembangunan sudah dimulai. Sementara pihak sekolah hanya menerima bangunan jadi yang dikerjakan oleh pihak ketiga sebagai pemenang tender.

“Kita sudah mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung sudah dimulai. Kita hanya menerima bersih, semoga pengerjaan sesuai dengan yang diharapkan. alhamdulillah kita mendapatkan gedung untuk kantor, yang selama ini memang belum ada,”katanya.

Tati mengantakan, selama pengerjaan gedung tersebut kurang lebih 4 bulan atau 120 hari kerja. Selama pengerjaan gerbang utama SMP Negeri 4 Prabumulih tidak difungsikan. Arus keluar masuk para siswa dan guru di dipindahkan di pintu samping hingga proses pelaksanaan pembangunan selesai dikerjakan.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka para siswa dan guru tidak melalui jalur utama keluar masuk sekolah melainkan lewat pintu samping,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed