oleh

Diringkus, Frangky Sempat Buang BB. Simpan Satu Paket Sabu

PRABUMULIH – Pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Satres Narkoba Polres Prabumulih, tidak pandang bulu. Baik pecandu, pengedar, dan bandar alis BD jadi sasaran empuk petugas untuk diringkus. Seperti belum lama ini, jajaran Satres Narkoba pimpinan AKP Zon Prama SH berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba dan menjebloskan penggunanya ke penjara.

Tersangkanya, Frangky Winata (28), warga jalan Mayor Iskandar RT 06/RW 03 Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara, pada Kamis lalu (25/7), sekitar pukul 13.30 WIB berhasil diringkus. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan satu paket narkoba jenis sabu.

Penangkapan tersangka berawal, petugas mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Jalan Pertiwi gGng Nangka 2 RT/03 RW 01 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Barat sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan ke alamat tersebut. Hingga akhirnya, tersangka berhasil diamankan. Ketika dilakukan penangkapan tersangka, sempat membuang satu buah bungkusan ke arah parit di sekitar TKP, akan tetapi hal tersebut dapat dicegah.

Setelah dibuka ternyata bungkusan tersebut berisi satu paket narkoba jenis sabu, selanjutnya pelaku beserta barang bukti sabu, satu unit sepeda motor milik pelaku dan 1 unit HP milik pelaku dibawa ke Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kasatres Narkoba, AKP Zon Prama SH didampingi Kanit Idik I, Ipda Sardinata SH membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih. “Ungkap kasus tersebut dapat dilakukan berkat informasi yang diberikan masyarakat kepada Polres Prabumulih,” ujarnya.

“Mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun,” tambahnya, Rabu (31/7) kepada awak media. (03)

Komentar

News Feed