oleh

Dinkes Temukan Takjil Berformalin

PRABUMULIH – Di hari pertama pembukaan pasar kuliner alias pasar bedug, Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung melakukan pengujian terhadap takjil atau makanan khas Ramadhan yang dijual di pasar bedug.
Hasil cukup mengejutkan. Dari sekitar sebelas sampel yang diambil di antaranya; rujak mie yang didalamnya terdapat mie kuning, manisan kedondong yang warna airnya mencolok, cenil dengan banyak warna, cantik manis, dan cendol yang terbuat dari sagu dengan warna merah muda, Dinkes menemukan sedikitnya ada empat takjil yang berformalin.
“Yang kita ambil adalah yang kita curigai mengandung borak, pewarna, serta yang mengandung formalin. Dan dari hasil tersebut empat sampel yang seluruhnya adalah jenis mie kuning dinyatakan positif formalin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr H Tedjo Thajono S MPh melalui Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Sugiarto SKM kemarin (29/5).
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan, Brahyadi SKM menambahkan, beberapa jenis tahu biasanya mengandung zat berbahaya tak dijadikan sampel. Karena menurutnya, biasanya tahu yang berformalin adalah tahun putih, sementara tahu yang dijual pedagang bukanlah tahu putih.
“Yang jual di pasar beduk ini tidak ditemukan tahu putih, dan kami lihat semua menggunakan tahu goreng yang diambil dari IRTP di Kota Prabumulih yang sudah dibina oleh Dinas Kesehatan,“ bebernya seraya menegaskan jika tahun yang berformalin biasanya tahu putih yang berasal dari luar Kota Prabumulih.
Setelah dipastikan ke empat sempel tersebut positif formalin, dia dan timnya langsung memberitahukan kepada pedagang yang menjual makanan tersebut untuk tidak lagi menjual makanan tersebut, karena hal tersebut dapat merugikan konsumennya.
“Mereka membeli juga di pasar inpres, untuk itu kita hanya melakukan pembinaan saja dan selanjutnya akan kita awasi juga,” tambahnya
Salah satu pedagang mie yang dengan sendirinya mengajukan mie yang dijualnya untuk dipriksa, Ari mengatakan ingin memastikan mie yang dijualnya tersebut mengandung formalin atau tidak. Hal itu dikarenakan ia dan keluarganya juga ikut mengkonsumsi mie kuning tersebut.
Nah, setelah dilakukan pemeriksaan tersebut membuktikan bahwa hasil dari pemeriksaan menunjukan positif formalin.
“Kami dak tau amun ado formalinnyo, anak aku ni seneng dengan mie kuning ini, kan kalu lah tau positif formalin cak ini dak do kami nak beli lagi mie kuning ini, “katanya yang sempat dibincangi koran ini.
Nah, seksi kefarmasian Lis Yulianti SKM M Kes mengatakan ada beberapa cara untuk mengetahui apakah makanan mengandung formalin, borak ataupun pewarna yang bukan pewarna makanan.
“Makanan yang mengandung formalin pasti tidak akan di hinggapi oleh lalat, biasanya pada mie kuning, teksturnya tidak lengket dan tidak mudah putus, warna makanan terlalu mencolok dan juga awet,”tambah wanita yang kerap disapa Lis itu.
Sementara itu, Wakil Wali Kota H Andriansyah Fikri SH mengingatkan, agar pedagang menjual bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Karena menurut orang nomor dua di Kota Prabumulih ini pasar kuliner ini selain merupakan wadah untuk mencari rezeki sekaligus ajang silaturrahmi antar pedagang dan pembeli serta pedagang dan Pemerintah Kota Prabumulih.
“Jangan sampai kami yang menyediakan sarana tempat jualan ini, harus menanggung dosa dari pedagang yang menyediakan berbagai bahan makanan yang berhaya. Seperti yang mengandung rormali, pewarna yang belrebihan dan bahan yang berbahaya lainnya,” tuturnya seraya mengatakan jika sudah tau banyak bahan berbahaya bisa jadi pasar sepi pengunjung.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kota Prabumulih, sebagai ketua pelaksana penyedia sarana pasar kuliner, Junaidi SIP mengatakan setidaknya pada pedagang yang sudah terdaftar berjumlah sebanyak 125 orang yang sudah menjajakan barang dagangannya dari sebanyak 180 pedagang yang sudah terdaftar.
Jumlah pedagang lebih banyak dibandingkan dari tahun lalu, hal ini merupakan suatu yang membanggakan bagi kita, dimana para pengusaha industry dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang yang ada Prabumulih bisa menyalurkan hasil usahanya.
“Beberapa manfaat yang didapatkan dari usaha ini diantaranya adalah menambah pendapatan para UKM yang ada di Prabumulih, membantu masyarakat dalam mencari makanan untuk berbuka dan sahur serta meningkatkan kerja sama antar pemerintah Kota dan Pedagang,”bebernya.
Sementara itu, puluhan pedagang takjil ramadhan tersenyum riang saat barang dagangannya di borong oleh Wali Kota (Wako) Prabumulih Ir H RIdho Yahya MM melalui Wakil Wali Kota (Wawako) Prabumulih H Andriansyah Fkri SH Dalam acara peresmian pasar kuliner atau basar bedug di Taman Tugu kecil Kecamatan Prabumulih Timur kemarin (29/5).
Beberapa pedagang meneriakkan barnag dagangannya agar di beli juga oleh para unsure mupidah dilingkugan Pemerintah Kota Prabumulih yang ikut hadir dalam acara peresmian pasar kuliner musiman tersebut.
“Alhamdulillah walaupun cuma Rp30ribuan tapi jadilah, karno banyak pedagang yang lain nak dibelinyo jugo. Mudah-mudahan setelah pak Wawako beli, banyak pembeli yang datang walaupun idak har ini tapi dihari selanjutnya,” kata Listina salah seorang pedagang berbagai takjil ramadhan yang merasa senang usai melayani belanjaan wawako. (mus/03)

Daftar Makanan yang Diuji Sampel Oleh Dinkes

Panganan Jumlah Keterangan
Rujak Mie (Mie Kuning) 4 Sampel Positif Formalin
Rujak Mie (Mie Atom) 2 Sampel Negatif Formalin
Manisan Kedondong 1 Sampel Negatif Methanil Yelow, Negatif Borak
Cantik Masis 1 Sampel Negatif Methanil Yelow, Negatif Borak
Cendol Sagu 1 Sampel Negatif Methanil Yelow, Negatif Borak
Cenil 1 Sampel Negatif Methanil Yelow, Negatif Borak
Makanan Jepang 1 Sampel Negatif Borak, Negatif Formalin
//sumber: Dinas Kesehatan Kota Prabumulih

News Feed