oleh

Dinilai Efektif Tingkatkan Kinerja ASN, Sistem Fingerprint Bakal Diperluas

MARTAPURA – Diberlakukannya fingerprint atau sidik jari di beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) memberi dampak positif terhadap kinerja ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkab OKUT. Ke depan sistem ini akan terus diperluas penggunaannya.

“Pada dasarnya kita sudah siap (pemberlakukan fingerprint,red) di lingkungan OPD OKUT.

Untuk sementara ada beberapa OPD yang dilakukan uji coba awal tahun ini. Hasilnya positif,” tegas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Drs H Juanda MM akhir pekan lalu.

Untuk meningkatkan integritas dan kedisplinan ASN tentunya yang harus diperbaiki adalah sistem dan aturannya. Saat ini, Pemkab OKUT dalam hal ini bapak bupati HM Kholid Mawardi S.Sos M.Si terus mendorong kinerja ASN lebih baik. Tentunya dengan diimbangi kesejahteraan mereka (ASN,red).

Tidak mungkin mendorong ASN untkk bekerja maksimal tanpa diimbangi kesejahteraan. Nah, sistem fingerprint ini dinilai mampu membangun sebuah integritas kejra berbasis kinerja.

“Baru beberapa OPD kita berlakukan fingerprint ke depan akan diperluas lagi. Artinya semua OPD di linkungan Pemkab OKUT menggunakan fingerprint baik saat mulai kerja hingga pulang,” paparnya.
Uji coba fingerprint ini dilakukan di BKPSDM sendiri, Sekretariat Daerah dan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah).

“Baru tiga OPD berlakukan fingerprint. Alasan dilakukan uji coba pada OPD ini karena berkaitan dengan pelayanan. Dengan demikian, ASN yang bertugas di tiga OPD tersebut benar-benar melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan menjauhi prilaku KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar Juanda.

Ia menambahkan, tujuan fingerprint ini untuk mendapatkan tunjangan kinerja (tukin) sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Umumnya, setiap kepala OPD akan mendapatkan tambahan tukin sebesar Rp3 juta lebih.

“Kalaupun ada perbedaan tukin ini tentunya sudah dilakukan analisa. Dilihat dari beban kerja dan sebagainya. Misalnya, OPD yang berhubungan dengan pelayanan secara otomatis tukinnya lebih besar,” ucapnya.

Alasannya, dari sisi intensitas dan beban kerja. Selanjutnya, rawan terjadi KKN. Jika tukin diberikan sesuai dengan beban kerja, maka ASN akan fokus dalam pekerjaan dan pelayanan. Inilah komitmen pemerintah dalam mencegah terjadinya pungli atau sejenisnya.

“Sejauh ini pemberlakuan fingerprint sangat efektif. Memang pada awal pemberlakuan terjadi pro kontra hingga kebingungan, tapi saat ini sudah terbiasa. Bahkan, 10 menit sebelum jam berja ASN sudah banyak kumpul dan siap bertugas,” pungkas Juanda. (asa)

News Feed