oleh

Dikira Perampokan, Ternyata Laporan Palsu

PRABUMULIH – Berupaya mengelabui polisi dengan berpura-pura menjadi korban perampokan, dan melaporkan kejadiannya ke Polsek Prabumulih Timur, Kamis (12/9). Diana Nurmala Sari (22) pegawai Alfamart yang menjabat Wakil Kepala toko malah ditangkap polisi karena laporan palsu. Dalam laporan sebelumnya, warga Peltu Suparman Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur itu mengaku, kejadian menimpanya Kamis pagi (12/9), sekitar pukul 08.00 WIB ketika tengah asyik menghitung uang.

Tiba-tiba datang pelaku menggunakan pisau langsung menodongnya. Merasa ketakutan, Diana menyerahkan uang berada di brankas sebesar Rp 41 jutaan kepada pelaku. Setelah uang didapat pelaku pun langsung kabur. Usai kejadian langsung melapor ke polisi, mendapati adanya perampokan petugas dari Polsek Prabumulih Timur terjun ke lapangan, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun setelah dilakukan serangkaian penyelidikan rupanya banyak kejanggalan. Setelah didesak, akhirnya Diana mengaku telah melakukan rekayasa perampokan.

INSERT : Barang bukti uang sisa diambil dalam brangkas Alfamart. Foto : Rian/PP

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk TravoltasSIk MH dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dia menerangkan, kalau kasus perampokan Alfamart di Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB) Kecamatan Prabumulih Timur dilaporkan korbannya hanya rekayasa. “Ketika melapor, korban mengaku dirampok dan kehilangan uang Rp 41 jutaan. Setelah dilakukan kroscek dan sejumlah penyelidikan. Ternyata laporan palsu, hingga akhirnya kita yang bersangkutan tetapkan sebagai tersangka,” kata Tito, sapaan akrabnya di sela-sela release ungkap kasus pada Jumat (13/9).

Sebut suami Mona Tobing ini, pengakuan tersangka uang sebesar Rp 41 juta dimasukan di kardus mie. Namun yang kita amankan saat ini uang Rp 834 ribu yang ada di brankas, serta uang Rp 2,6 juta yang dititipkan pelaku ke temannya. “Modus tersangka membuat laporan palsu, karena terjerat hutang dengan rentenir atau menggunakan uang panas,” Kata ayah tiga anak ini seraya mengungkapkan kasusnya masi terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan tersangka lainnya dalam kasus tersebut. “Tersangka kita kenakan Pasal 242 KUHPidana dengan ancaman penjara 7 tahun penjara,” tegasnya.

Alumni AKPOL 2000 menjelaskan, selama dirinya menjabat Kapolres, sudah ada 3 kasus laporan palsu dan semuanya berhasil diungkap. “Saya ingatkan kepada masyarakat jangan sesekali melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Karena pasti akan berhasil terungkap. Apalagi soal kasus laporan palsu, kita berharap masyarakat Prabumulih jangan melakukannya lagi,” pesannya. Sementara itu, tersangka, Diana mengaku, sudah tiga tahun lamanya bekerja di Alfamart. Dirinya nekat melakukan rekayasa perampokan karena butuh uang untuk membayar utang karena terlilit hutang dengan rentenir.

“Uangnyo aku masuke di kardus tulah, nah aku dak tahu kemano duet itu. Mungkin tebuang ditempat sampah. Nekat melakukan itu karena butuh uang untuk bayar kredit motor dan bayar utang duit anakan,” katanya. Diana memiliki anak berusia 9 bulan, ia pun mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya. “Nyesel aku kak. Kasihan anak aku masih kecil itu, sedih aku lihatnyo. Siapo nak ngurus bayi aku itu kalau aku masuk penjaro,” ujarnya mengaku khilaf. (03)

Komentar

News Feed