oleh

Didorong Jadi Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon

-Metropolis-11 views

PRABUMULIH – Keberhasilan Prabumulih menjalankan program budidaya air tawar dengan sistem bioflok, membuat kota Nanas ini didorong menjadi Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon.

Hal itu terungkap dari Temu Teknis Budidaya Ikan Air Tawar Wilayah Kerja Sumatera Selatan (Sumsel) digelar Dinas Pertanian, Balai Benih Sungai Gelam Jambi, dan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Aula Favehotel, Senin malam (14/12/2020).

Direktur Jenderal (Dirjen) Budidaya Ikan Air Tawar, Slamet Sugiarto mengatakan, siap mensupport Prabumulih mewujudkan sebagai Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon.

“Pada 2021, ada sejumlah program KKP bisa mendukung Prabumulih mewujudkan sebagai Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon. Apalagi, kita telah melihat keseriusan Prabumulih menjalankan program budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok ditunjukkan komitmen Pak Walikota (Wako),” ujar Slamet mengikuti temu teknis tersebut secara virtual.

Makanya kata dia, Prabumulih harus segera mengusulkan proposal agar bisa ditindaklanjuti KKP sebagai pertimbangan menyetujui program tersebut berjalan di Prabumulih. “Desember ini, kita lakukan verifikasi dan validasi program. Sehingga, Januari program KKP bisa berjalan. Harapan kita Prabumulih segera mengusulkannya,” terangnya.

Ia mengatakan, juga mengapresiasi langkah Pemerintah kota (Pemkot), merespon dan menyambut bagi program pusat.

“Tidak hanya kita dorong sebagai Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon. Prabumulih juga ke depan sebagai sentra produksi bioflok. Dan, sentra benih ikan dan pakan,” bebernya.

Sambungnya, Prabumulih hanya tinggal menyiapkan lahan seluas setengah hektar saja. Nantinya, kata dia, KKP lewat sejumlah program membangunnya. “Nantinya, bisa menghasilkan pakan ikan sekitar seribu kg perjam. Dengan bantuan Balai Benih Sungai Gelam Jambi, untuk pusat pembenihan ikan air tawar,” jelasnya.

Terpisah, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyambut baik, respon KKP terhadap keseriusannya membudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok. “Ke depan, tidak hanya melalui APBD saja. Tetapi, juga dana desa, membangun bioflok sebagai sentra budidaya ikan air tawar di Prabumulih,” aku Ridho.

Apalagi, kata dia, dengan lahan sempit bisa dibudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok dan juga disampingnya bisa ditanam sayur mayur. “Guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, hingga meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sambungnya, ke depan tidak hanya budidaya ikan lele saja dengan sistem bioflok. Akan dikembangkan, budidaya udang dan ikan gabus dengan sistem bioflok. “Karena didukung KKP dan juga Balai Benih Sungai Gelam Jambi, Pemkot akan serius mengembangkan budidaya air tawar dengan sistem bioflok,” jelasnya.

Masih kata ayah tiga anak ini, ia akan menyiapkan lahan sekitar 10 hektar untuk pembenihan dan juga pakan ikan. Dan, rencananya akan dipusatkan di Kelurahan Payuputat. “Alasan dipilih Kelurahan Payuputat, karena berada dekat dari Sungai Lematang. Dan, sangat cocok untuk pembenihan dan pakan ikan,” jelasnya.

Kepala Balai Benih Sungai Gelam Jambi, Boyun Handoyo mengatakan, kalau kegiatan ini merupakan rapat koordinasi (Rakor) budidaya ikan air tawar. “Harapan kita, mendorong setiap kabupaten/kota membudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok. Prabumulih sebagai tempat rakor, karena dinilai berhasil mengembangkannya,” ucapnya.

Sejak 2017, kata di Prabumulih sebagai salah satu percontohan budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok. “Sekarang, kita dorong mewujudkan Kota Seribu Bioflok dan Kota Abon. Dan, kita akan mensupport benihnya,” tandasnya.

Kegiatan ini juga, dihadiri Perwakilan Dinas Pertanian dari 17 kabupaten/kota di Sumsel. Harapannya, kata dia juga bisa membudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok.

“Keberhasilan Prabumulih, lewat kegiatan rakor ini kita tularkan,” tutupnya. (03)

 

 

Komentar

News Feed