oleh

Diburu Tiga Polres, Baku Tembak dengan Polisi, Bandit Bersenpi Tewas

-Sumsel-321 views

BATURAJA TIMUR – Hampir dua minggu Resmob Satreskrim Polres OKU melakukan pengintaian terhadap Dayu Saputra alias Ari. Pria 25 tahun tersebut merupakan pelaku penembakan Satria (15), warga Lr Ogan Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Baturaja Timur pada 12 Oktober silam.
Pelariannya selama satu setengah bulan tersebut berakhir setelah dua butir timah panas polisi bersarang di tubuhnya. Dayu warga dusun Proyek Desa Muncak Kabau, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, OKU Timur.
Tindakan tegas tersebut terpakasa dilakukan polisi lantaran Dayu berupaya melakukan perlawanan dengan menembak polisi yang akan menangkapnya. “Sudah dua minggu polisi mengingtai tersangka di desanya. Kemudian pada Sabtu (24/11), sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah perkebunan, polisi melakukan penyergapan,” kata Kapolres OKU AKBP Dra Nk Widayana Sulandari didampingi Waka Polres OKU Kompol Nurhadiansyah dan Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan S.Kom, Sabtu (24/11) malam.
Namun Dayu melawan dan sempat terjadi baku tembak. “Sehingga polisi mengambil tindakan tegas karena membahayakan,” kata Widayana. Polisi sudah mengetahui Dayu selalu membawa senjata api setiap kali bepergian, termasuk saat melakukan aksi kriminal. Selain itu, bandit antar provinsi ini juga selalu pindah dalam setengah bulan pelariannya.
“Setelah menembak di Lr Ogan, tersangka kabur ke Jakarta dan selalu berpindah-pindah tempat. Dua minggu terakhir, tersangka kembali ke desanya,” jelas Widayana.
Dari catatan kepolisian, Dayu bukan sekali ini saja melakukan tindak kejahatan. Di Kabupaten OKU, ia sudah tiga kali terlibat kejahatan di Pasar Baru, Pasar Atas, dan di Kecamatan Baturaja barat.
Selain itu, Dayu juga merupakan residivis yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jakarta Selatan. Ia diduga kuat terlibat aksi curanmor dengan Nomor LP/B-45/IV/2018 SEK Cilandak tanggal 18 April 2018 dalam kasus pencurian mobil. Selanjutnya, Dayu juga menjadi DPO Polres Tangerang Banten atas kasus pencurian dengan pemberatan.
“Aksi kejahatan Dayu di Pasar Baru terekam kamera pengaman. Sehingga menguatkan bukti penyelidikan ia merupakan pelaku penembakan Satria. Dari pengembangan, tersangka juga terlibat sejumlah kasus lainnya termasuk DPO Polres Jakarta Selatan dan Polres Tangerang,” lanjutnya.
Pengungkapan kasus penembakan Satria ini, diakui Widayana, tidak terlepas dari pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan yang pernah diungkap Polres OKU.
“Ada kaitannya, namun tersangka tersebut di kasus lain tidak terlibat pada kasus penembakan Satria ini. Dari pengakuan tersangka lain, kita kembangkan hingga mengarah pada Dayu,” kata mantan Kapolres OKU Selatan ini.
Dayu juga ditetapkan sebagai otak penembakan Satria. Kini polisi masih mengejar lima pelaku lainnya. Dikatakan Widayana, saat ini pihaknya sudah mengantongi seluruh identitas pelaku.
“Kita harapkan para pelaku untuk menyerahkan diri. Kita tidak akan bosan untuk mengejar pelaku kejahatan karena itu sudah menjadi tugas kami,” imbau Widayana.
Sementara itu selain menangkap tersangka polisi juga mengamankan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut 4 butir peluru aktif, satu diantaranya sudah ditembakan kepada petugas, kunci T, dan barang bukti lainnya. Senjata api tersebut nantinya akan dikirim Polisi ke Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Palembang untuk diuji balistik. (apk)

News Feed