oleh

Dibanjiri PKL, Lahan Wakaf Beralih Fungsi

-Kecamatan-157 views

PADAT KARYA – Sejak beberapa tahun terakhir, Kawasan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur berkembang pesat. Tak hanya pemukiman yang mulai padat, keberadan Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai menjamur.
Namun ternyata belakangan, keberadaan PKL tersebut mulai dipersoalkan oleh penduduk asli yang bermukim di Padat Karya. Mengingat lokasi dibangunnya PKL merupakan lahan wakaf warga untuk jalan.
“Itukan sebenarnyo yang dibangun (PKL) tanah wakaf warga untuk jalan. Tapi belakangan dibangun tempat jualan, Izinnyopun dipertanyakan,” kata salah satu warga Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul.
Ketua RW 1 Kelurahan Gunung Ibul Zainal Rahmat, menuturkan hal yang sama. Menurutnya, gelombang protes bahkan disampaikan langsung oleh sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Padat Karya.
Protes tersebut kata Zainal, bukan lantaran pemilik mempertanyakan fungsi wakaf yang sudah beralih fungsi. “Bukan untuk kembali mengambil, tapi fungsinya dipertanyakan karena diwakafkan untuk jalan bukan untuk seperti sekarang,” bebernya menambahkan wakaf tersebut mulai dari simpang 4 Gunung Ibul – kawasan TPS.
Bahkan ungkap Zainal, selaku ketua RW dirinya sudah sangat sering didatangi warga dan tokoh masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut. “Sekarang ini jadi PKL sudah menjamur, dan seolah sudah diambil alih sehingga fungsinya untuk jalan seperti sudah tidak ada lagi. Itu yang dipermasalahkan para tokoh,” jelasnya.
Meski begitu ungkap Zainal, saat ini dirinya masih sebatas menerima keluhan dari masyarakat. Namun tak menutup kemungkinan ungkap dia, dalam waktu dekat bersama para tokoh dirinya akan turun untuk menggelar pertemuan bersama para tokoh, serta sosialisasi langsung kepada para PKL.
“Namun akan kita bicarakan dulu dengan tokoh masyarakat untuk mengatasi permasalahannya. Juga tidak menutup kemungkinan kita sampaikan, bahwa tanah itu tujuannya untuk apa,” ungkapnya.
Lebih jauh Zainal menyampaikan, sangat bangga melihat perkembangan dan kian pesatnya kawasan Padat Karya saat ini. Hanya saja memang lanjut dia, melihat keberadaan PKL, kawasan padat karya menjadi tak beraturan. “Tak menutup kemungkinan, padat karya jadi sentra perekonomian kedepan, tapi tentunya dengan tempat yang teratur dam tertata rapi,” imbuhnya.
Belum lagi lanjut dia, jika Padat Karya tertara rapi dan teratur, bisa saja nantinya akan dibangun menjadi kawasan lampu hias. “Siapa tau kan nantinya, apalagi pak Wali ada program akan membangun lampu, kalau tempat kita bagus bisa saja. Dan kita harus mendukung,” lanjutnya.
Kemudian disinggung, apakah para PKL tersebut izin sebelum mendirikan bangunan. Sejauh ini jelas dia, PKL hanya membangun tanpa izin. “Setau kita hanya membangun tidak ada izin,” tukasnya.
Camat Prabumulih Timur A Fauzan SSTp MSi dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, pihaknya meminta Kelurahan untuk mengawasi dan memperketat pembangunan PKL. “Baru-baru ini di Padat Karya yang di Muara Dua, kita minta dilihat dan dipastikan lahan itu, jangan sampai wakaf atau nantinya bermasalah. Karena makin hari makin banyak yang akan membuka (PKL,red),” pungkasnya.

News Feed