oleh

Diana Keukeh Uang Rp 41 Jutaan Hilang di Kardus

Polisi Selidiki Keberadaan Uang

PRABUMULIH – Keberadaan uang Rp 41 jutaan yang dilaporkan Diana Nurmala Sari (22), Wakil Kepala Toko diakui hilang ketika melaporkan kejadian perampokan di Alfamart Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB), Kecamatan Prabumulih Timur masih menjadi misteri.

Belakangan Diana sendiri terjerat laporan palsu, uang tersebut informasinya hilang di dalam kardus usai diambil dalam brankas Alfamart. Kini, keberadaannya terus diselidiki kepolisian. Guna pengembangan kasus, laporan palsu menjerat warga Peltu Suparman Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Diana sendiri bersikukuh, kalau uang Rp 41 jutaan tidak tahu keberadaannya. Karena, ditingkat di dalam kardus ketika melaporkan dugaan perampokan ternyata palsu.

“Aku daktau kak duit itu kemano, abisngambek di brankas kumasoke ke kardus. Kardus ado, tetapi duitnya daktaunyokemano,” jelas Diana kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Prabumulih Timur, Selasa (17/9).

Akunya, membuat laporan palsu soal perampokan tersebut sifatnya spontan, karena terjerat hutang pada retentir.

“Kareno ditagih terus rentenir, Gara-gara uang Rp 2 juta jadi Rp 8 juta.Ahirnyo, aku ambek duit di brankas Rp 41 jutaan. Kulaporke perampokan, daktahu ketauan palsu,” ucapnya.

Ucapnya, uang tersebut rencananya untuk membayar hutang tersebut. Tetapi, uang tidak dapat dan raib. Dirinya masuk penjara, karena laporan palsu.

“Aku dewekanngelakukedewekan, laki aku baedak tahu. Baru tahu, aku lah masuk penjaro inilah. Demi allah kak,” akunya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dikonfirmasi menerangkan, kalau kasusnya terus diselidiki dan dikembangkan.

“Khususnya, masalah uang Rp 41 jutaan raib di dalam kardus entah kemana. Sebelumnya, direncanakan hendak diambil tersangka membuat laporan palsu tersebut,” jelasnya kepada awak media.

Lanjutnya, interogasi terus dilakukan untuk membuat jelas dugaan laporan palsu tersebut. Ujarnya, kalau nantinya diketahui keberadaan uang tersebut. Maka, mengambilnya bisa dikenakan Pasal 480 KUHP.

“Keterangan tersangka, soal uang tersebut sejauh ini tidak masuk akal. Makanya, terus kita dalam tersebut. Tersangka sendiri, sementara ini dijerat Pasal 242 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman 7 tahun,” bebernya.

Diungkapkannya, Alfamart sendiri sejauh ini belum ada laporan soal tindak pidana dilakukan pegawainya. “Kalau dilaporkan, kemungkinan bisa dijerat pasal berlapis,” terangnya.

Selain itu, akunya, kasusnya tengah dikembangkan terkait dugaan keterikatan orang lain dalam pidana laporan palsu ini. “Sejauh ini, memang pengakuan tersangka sendiri. Tetapi, keterlibatan pihak lain masih terus kita selidiki dan kembangkan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed