oleh

Di Prabumulih, Butuh 76 Tahun Rehab Pecandu Narkoba

PRABUMULIH – Pecandu narkoba di Prabumulih sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian Universitas Indonesia (UI) mencapai 3.819 orang. Dari jumlah tersebut butuh waktu lama menjalani rehab.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Prabumulih, Ibu Mundzakir SSos MM mengatakan, BNN Prabumulih hanya menganggarkan 45 orang untuk rehab setiap tahunnya.
“Kalau 3.819 orang mau rehab, artinya butuh waktu 76 tahun baru bisa habis,” ujarnya di sela-sela puncak peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) di Halaman Pemkot, kemarin (16/7).
Meski demikian, BNN tak mau tinggal diam. Dan berdiam diri begitu saja. Meski anggaran minim, sejumlah upaya dilakukan untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran di Bumi Seinggok Sembuyian ini.
Lewat moment peringatan HANI kali ini, BNN mengajak seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk terus menggelorakan perang terhadap narkoba. “Perlu ada langkah masive memang untuk memeranginya, salah satunya pembentukan satuan tugas (satgas) anti narkoba,” tegasnya.
Baik di instansi pemerintah ataupun swasta. Sehingga penyalahgunaan narkoba bisa ditekan berangsur-angsur. Selanjutnya, kata dia telah dibentuknya satgas ini. Diharapkan bisa bekerja secara maksimal dan optimal, sehingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba benar-benar bisa ditekan.
“Kita sadari butuh biaya besar untuk penanganannya. Tetapi, anggaran minim yang dimiliki BNN, bukan penghalang. Harus tetap semangat untuk melakukan berbagai upaya tersebut. Termasuk, rehabilitasi pecandu narkoba yang hanya 45 orang setahun,” tukasnya.
Selain itu juga, BNN menekankan pergerakan Satgas ini harus signifikan guna mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di instansinya masing-masing. “Mudah-mudahan saja, upaya kita tersebut perlahan-lahan. Tapi pasti, jelas akan membuahkan hasil,” bebernya.
Pejabat Wali Kota (Pj Wako), H Richard Chahyadi AP MSi mengatakan, komitmen perang terhadap narkoba ini jangan hanya sebatas slogan. Butuh langkah-langkah untuk antisipasi dan pencegahannya.
Selain itu, kata dia aturan Permendagri terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyalahgunakan narkoba, butuh dukungan legislatif untuk peraturan dan payung hukumnnya.
“Langkah-langkah tersebut harus diiringi tindakan nyata, bukan hanya slogan saja. Supaya Prabumulih, ke depannya benar-benar bebas dari narkoba,” ucapnya.
Kata dia, khusus ASN di lingkungannya yang terindikasi narkoba, aa telah meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengingatkan ASN tersebut. Jika masih, siap-siap menerima sanksi tegas sesuai aturan dan ketentuan.
“Bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba, memang harus ditanamkan mulai dari diri sendiri. Lalu, keluarga, lingkungan, dan lainnya. Kita prihatin peredaran di kota ini, karena akan berdampak pada kehancuran masa depan generasi muda,” ujarnya.
Warningnya, khusus ASN tidak ada pemakai narkoba karirnya melejit dan keluarganya tetap utuh. Sehingga, sebaiknya narkoba dijauhi. Selain itu, harus peduli dengan lingkungan supaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba berkurang. “Jangan hanya slogan, mari kita perangi dan stop narkoba,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua DPRD, H Ahmad Palo SE menyambut baik peringatan HANI ini. Penyalahgunaan dan peredaran narkoba punya dampak besar, baik dari segi finansial dan kesehatan serta lainnya. “Kita mengajak seluruh stakeholder, bersama-sama memerangi narkoba. Tidak bisa hanya BNN dan kepolisian,” terangnya.
Sebagai lembaga legislatif, kata dia sepanjang ada komitmen bersama dengan Pemerintah kota (Pemkot). DPRD siap mendukung anggaran, untuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut.
“Peran Pemkot memang sangat dibutuhkan, untuk berpartisipasi dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kota ini,” tambahnya.
Demikian pula, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Amrullah SPd MSi menyebutkan, peringatan HANI ini setidaknya bisa memberikan dampak positif kepada pelajar khususnya. Sehingga, tidak terjerat penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
“Apalagi, pelajar merupakan sasaran empuk para pengedar dan bandar narkoba. Adanya satgas anti narkoba, khususnya di dunia pendidikan menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” bebernya.

Selain itu juga, kata dia satgas anti narkoba ini juga bisa berperan aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi bahaya dan dampak negatif narkoba. Sehingga pelajar benar-benar paham dan mengerti masalah narkoba.
“Sangat positif. Kita harapkan memberikan dampak positif bagi pelajar dan bisa menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” pungkasnya. (03)

News Feed