oleh

Di Martapura OKU Timur, Ribuan Pelajar Sholat Istisqo

//Di Gelar Enam Titik

MARTAPURA – Ribuan pelajar tingkat SMP/MTs dan SD/MI di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKUT Sabtu (21/9) mengeglar sholat istisqo. Pelaksanaannya dilakukan dienam titik. Suasana khusu’ terlihat dalam sholat meminta hujan tersebut.

Enam titik yang menjadi lokasi sholat istisko diantaranya Lapangan Koni Martapura melibatkan 11 sekolah, halaman SDN 1 Martapura melibatkan enam sekolah, halaman SDN 15 melibatkan lima sekolah, SDN 1 Perjaya melibatkan empat sekolah dan lokasi lainnya.

Pantauan fajarsumsel.co (Prabumulih Pos group), sejak pukul 06.00 WIB siswa dari tingkat SMP dan SD mulai berdatangan di lokasi yang telah ditentukan. Seperti di Lapangan Koni Martapura, antrean kendaraan terlibat menuju Lapangan Koni. Umumnya, siswa diantar oleh orang tua masing-masing menuju lokasi.

“Mau solat istisqo kak. Semoga saja hujan cepat turun, kami akan berdoa kepada Allah SWT untuk meminta hujan,” ungkap salah seorang siswa dengan nada polosnya. Ia mengatakan, sebelumnya sudah diberi pengumuman akan dilaksanakan sholat istisqo berjamaah.

“Sholat istisqo yang melibatkan siswa ini selain pembelajaran pada anak terkait permintaan hamba kepada Allah SWT untuk meminta hujan, juga sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di daerah yang mengalami pencemaran asap akibat pembakaran lahan. Semoga niat baik ini menjadi sarana untuk tetap dekat kepada Allah SWT,” ungkap ustad Syarif Alfi selaku pembimbing sekaligus imam sholat istisqo.

Ia mengatakan, seperti di Riau, Jambi, Palembang dan Kalimantan saat ini tengah terkena musibah berupa kabut asap. Bahkan, satusnya sudah pada level berbahaya bagi kesehatan. “Dengan memohon kepada Allah SWT semoga cepat diturunkan hujan. Agar kabut asap akan berkurang dan udara kembali bersih dan sehat,” katanya.

Sementara harapan sama juga disampaikan ustad Ruhan. Ia mengatakan, dengan digelarnya sholat istisqo berjamaah melibatkan siswa di Kecamatan Martapura ini, tentunya berharap kepada Allah SWT agar ujian berupa kabut asap dan kekeringan di musim kemarau ini segera berakhir. Selain itu, menjadikan kondisi ini sebagai upaya intropeksi diri akan kekeliruan dari sisi perbuatan yang pernah dilakukan.

“Sholat istisqo melibatkan pelajar ini juga sebagai sarana mendidik anak dalam hal fiqih ibadah, agar menjadi pelajaran sekaligus pengalaman untuk diambil hikmahnya. Tentunya selaku hamba Allah SWT senantiasa sellau bertaubat dan memanjatkan doa agar hujan cepat turun dan kekeringan segera berakhir,” imbuhnya. (asa/fs)

Komentar

News Feed