oleh

Dewan Tolak Angkutan Batu Bara Melintas di Kota

PRABUMULIH – Bukan hanya Wali Kota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM yang geram dengan aksi angkutan batu bara yang kerap melintas dalam kota.

Ketua DPRD, Ahmad Palo SE menyebutkan, bila dibiarkan masuk dalam kota maka angkutan batu bara dikhawatirkan akan merusak semua ruas jalan. Karena tonase angkutannya yang melebihi kapasitas.

“Kita setuju dan menolak keras angkutan batu bara melintas dalam kota. Apalagi, angkutan batu bara menjadi biangnya kerusakan jalan karena kebanyakan angkutannya tidak sesuai dengan tonase jalan,” terangnya kemarin (20/3).

Lanjut ayah satu anak ini, selain biang kerusakan jalan juga sebagai penyebab kemacetan jalan di kota ini belum lagi, sudah banyak korban jiwa akibat supir angkutan batu bara yang ugal-ugalan menyetir kendaraan tersebut.

“Lebih banyak mudoratnya, ketimbang manfaatnya. Sehingga, wajar semua orang menolak angkutan melintas di dalam kota. Termasuk juga kita sebagai wakil rakyat, sudah banyak menerima keluhan masyarakat soal angkutan batu bara tersebut,” bebernya.

Apalagi, menurutnya sesuai aturan sebenarnya angkutan batu bara tidak boleh melintas jalan umum dan wajib mempunyai jalan sendiri untuk aktivitasnya. Namun, berdasarkan kebijakan pihak provinsi diperbolehkan melewati jalan negara.

“Kitakan sudah ada peraturan wali kota (Perwako) yang melarang angkutan batu bara melintas dalam kota. Kalau jalan negara rusak (jalan lingkar), wajib diperbaiki oleh angkutan baru bara. Jangan mau enaknya saja, melintas dalam kota lewat Jalan Sudirman,” ungkap Ketua DPC PPP Prabumulih ini.

Palo sapaan akrabnya, pihaknya juga akan ikut turun ke jalan menghentikan angkutan batu bara yang bandel dan masih melintas di dalam kota. “Kita mengajak masyarakat, untuk menghadang angkutan batu bara yang masih melintas dalam kota tersebut,” tukasnya. (06)

News Feed