oleh

Dewan Segera Panggil Dinsos

-Metropolis-12 views

//2021 Tak Anggarkan untuk Pembelian Sembako Massal

PRABUMULIH – Bantuan bahan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19 tahun 2020 di Kota Prabumulih disalurkan melalui Dinas Sosial (dinsos).

Nah, dalam penyaluran bantuan sembako secara massal dari data yang dihimpun di Dinas Sosial, bantuan setidaknya sudah menelan anggaran kurang lebih sekitar Rp 23 Miliar. Anggaran tersebut, peruntukan untuk sembako dan belanja operasional dari Bulan April – Mei dengan 4 kali pencairan.

Sementara, untuk diluar penerima bantuan yang telah disalurkan. Dinas Sosial juga menyiapkan stok, sembako bagi warga yang terdampak Covid hingga akhir Desember 2020.

Sayang, stok sembako yang disimpan di Gedung Kesenian seperti mie instan yang disiapkan sudah mengalami expired. Sementara beras sudah berkutu dan banyak mengalami kerusakan.

“Itu bantuan stok, sampai bulan akhir Desember. Kalau yang lain kan sudah semua,” kata Kepala Dinas Sosial Drs A Heriyanto MM.

Pria yang sebelumnya menjabat Sekertaris Dinsos ini mengatakan, stok sembako tersebut akan disalurkan sesuai dengan laporan yang masuk dari Dinas Kesehatan. “Stok itukan khusus laporan dari dinkes, yang terdampak langsung. Jadi kami tidak bisa menyalurkan sampai habis, karena pas kebutuhan nanti tidak ada lagi. Kemudian untuk penyaluran juga harus ada pertanggung jawaban,” imbuhnya.

Terkait mie instan sudah kadaluarsa, Heri menegaskan bantuan yang tak layak akan dimusnahkan. “Yang tidak layak akan kami buang, musnahkan. Tapi yang masih bisa akan disalurkan, seperti beras itu bisa di jemur,” tukasnya seraya mengaku stok sembako awalnya diprediksi habis sebelum akhir bulan sehingga tak mengetahui bantuan yang sudah kadaluarsa.

Ketua DPRD Sutarno SE melalui Wakil Ketua I H Ahmad Palo SE, dibincangi mengatakan pihaknya sepakat untuk memanggil Dinas Sosial. “Terkait sembako yang tidak tersalurkan, atau belum tersalurkan itu melalui komisi 1 akan memanggil dinas sosial,” kata Ahmad Palo, Minggu (27/12/2020).

Pihaknya lanjut Palo, tak bisa mengambil kesimpulan apakah dinas sosial lalai terkait penumpukan sembako hingga mengalami kerusakan. “Setelah dapat keterangan langsung baru kita mengetahui. Hanya saja kita sangat menyayangkan sampai menumpuk dan rusak,” tegasnya.

Disinggung apakah di tahun 2021, anggaran untuk pembagian sembako bagi masyarakat terdampak Covid masih tetap dianggarkan? “Sejauh ini kita tidak ada menganggarkan, untuk pembelian sembako secara massal sperti kemarin itu. Tapi SKB (Surat Keputusan Bersama), itukan masih dimungkinkan kalau memang kondisinya mengharuskan,” tutur ayah dari Angelika Sinta Dewi ini.

Hanya saja diakui suami Hj Rusni ini, untuk penanganan covid di tahun 2021 dianggarkan di Belanja Tak Terduga. “Besarannya Rp 5 Miliar di APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), Kalaupun masih kurang, masih bisa kita alihkan dari kegiatan kegiatan yang lain untuk mengantisipasi covid,” tukas pimpinan DPRD selama III periode ini.(08)

 

 

Komentar

News Feed