oleh

Dewan Desak Gaji PHL Dibayar

PRABUMULIH – Terhitung sudah dua bulan para pekerja harian lepas (PHL) belum juga gajian. Alasan, penandatangan surat keputusan (SK) PHL hingga saat ini belum juga kelar.

Anggota Komisi I, Hartono Hamid SH yang dibincangi kemarin meminta pemerintah kota (pemkot) untuk segera menyelesaikan pengurusan SK dan segera membayar seluruh gaji PHL.

“Yah kita minta segera dibayarkan, apalagi sudah dua bulan. Mau makan apa PHL. Mending kalau ada pendapatan lain. Bagaimana, kalau PHL hanya mengandalkan gaji,” ucap Om Ton.

Sambung Ketua Fraksi Hanura ini, pemkot harus segera mencarikan solusi soal pembayaran gaji PHL. Sehingga, PHL tidak bertanya-tanya kapan gaji mereka cair.

“Kalau belum bisa jelaskan alasannya, dan kapan pencairannya bisa dilakukan. Sehingga, PHL tidak menunggu-nunggu terus,” ujarnya.

Sementara itu, Wati (27) salah satu PHL yang dibincangi koran ini kemarin menuturkan dirinya juga mempertanyakan kapan gajinya yang sudah dua bulan tersebut cair alias masuk rekening.

“Kapan yoh kak, gaji kami nih cair. Bulan ini, lewat tanggal 10 masuk tigo bulan belum jugo masuk,” kata dia.

Pihak berharap, agar gaji dua bulannya segera dicairkan. Betapa tidak, gaji dua bulan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Kalau bisa secepatnya cair, jangan sampai menunggu tiga bulan baru dicairkan,” pungkasnya.

Kabag Keuangan, Bustomi SE dikonfirmasi menerangkan, pihaknya telah siap membayarkan gaji PHL. Namun, masih ada sedikit kendala. Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ternyata belum menyampaikan SK PHL dan juga belum mengajukan permintaan pembayaran honor PHL-nya.

“SKPD tersebut seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), sejumlah kelurahan dan lain-lainnya. Kita sendiri akan memprioritaskan terlebih dahulu, untuk pembayaran gaji PHL yang SKPD yang telah melaporkan SK dan perminaan honor,” kata Mantan Kabid Keuangan Badan Keuangan Daerah (BKD).

Bustomi berjanji, paling lambat sebelum 10 Maret ini. Pembayaran gaji PHL sudah dilaksanakan dan masuk ke dalam rekening masing-masing PHL, sehingga tidak terus menerus dikeluhkan.

“Sesegera mungkin kita bayarkan, paling lambat sebelum 10 Maret sudah masuk rekening,” tandasnya. (06)

News Feed