oleh

Desak Percepatan Perbaikan Jalingtim

PRABUMULIH – Kemacetan parah sepanjang hampir tujuh kilo meter terjadi sejak Senin (29/5) malam hingga Selasa lalu. Ratusan kendaraan angkutan berat baik Batubara, truk kayu, alat berat hingga angkutan sayur terjebak macet panjang.
Sejumlah supir angkutan truk yang dibincangi menuturkan, tak hanya tenaga kerugian materi juga dialami selama kemacetan berlangsung. M Puadi salah satu warga Lahat yang mengangkut angkutan batubara dari Lahat menuju Mariana Palembang mengaku, seharusnya dirinya sudah sampai tujuan dan kembali mengakut batubara.
“Tejebak di sini (Tugu Nanas, red) jam 1 malam, dari Lahat berangkat jam 8 malam, Biasonyo subuh jam 3 lah sampai Mariana lah bongkar malah seharusnyo sudah ngulang ngakut,” kata Puadi.
Selama macet ungkap dia, tak hanya kerugian tenaga yang dialami, para supir yang terjebak macetpun harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. “Jadi duo kali lipat, makan minum, minyak rokok. Kawan yang didepan lebih lamo lagi, sudah duo malam kejebak dan tadi nelpon siang baru lepas (keluar),” tuturnya.
Disinggung mengenai penyebab kemacetan Ardi yang juga merupakan supir angkutan batubara menuturkan kemacetan terjadi akibat jalan rusak, sehingga para sopir berebut untuk melintas lebih dulu. “Di sano itu rusaknyo parah, jadi jalan make sebelah. Apolagi itu lagi dikeruk nak dibenari jadi jalan sebelah dak biso nian dilewati,” ucapnya yang berharap agar kemacetan tak lagi terjadi.
Tak hanya para supir angkutan batubara, masyarakat yang menggunakan akses jalan lingkar mengaku sangat dirugikan. Tak hanya para petani, pegawai, pedagang bahkan anak sekolah menjadi korban kemacetan tersebut. “Bayangkan kami yang biaso tembus kejalan besak 5 menit, dengan macet bisa sampai 1 jam. Belum lagi yang biasa nakok pagi dengan macet harus nakok sore, kebun warga Tanjung Raman banyak di Tanjung Menang. Anak sekolah juga banyak yang terlambat,” kata Kepala Desa Tanjung Menang Asmedi.
Dilanjutkan Asmedi dampak mengerikan lain dari kemacetan tersebut adalah, keberadaan angkutan kayu yang dikhawatirkan terguling dan menimpa pengendara. “Jalan sangat rusak parah, sementara kenderaan truk berebut dengan kendaraan motor ingin lebih dulu dan memilih jalan bagus. Tak terhitung kendaraan kayu terguling, apa jadinya ada pengendara disamping truk kayu,” ungkapnya.
Sementara itu Feri Alwi yang merupakan warga setempat dan juga merupakan anggota DPRD berharap, perbaikan jalan Lingkar untuk segera dirampungkan. “Kalau lebih lama dibiarkan perekonomian masyarakat makin terganggu, banyak yang tak bisa berkebun. Harus cepatlah, tegur pemborongnya untuk diselesaikan,” tuturnya.
Selain percepatan penyelesaian perbaikan jalan lingkar, ia juga berharap pengusaha maupun transportir batubara dapat mengurangi armada batubara bila perlu di stop melintas sementara waktu hingga proses perbaikan jalan selesai diperbaiki. “Dan jangan pernah masuk jalan Kota,” tegasnya.
Sementara di balik kemacetan tersebut justru mendatangkan rezeki bagi beberapa masyarakat yang membuka warung kopi di jalan lingkar. Seperti Yanto salah satunya, meski tak menginginkan kemacetan dan berharap agar jalan lingkar segera diperbaiki dirinya mengaku warung miliknya ramai didatangi pembeli yang merupakan sopir angkutan. “Tapi tetap bae, kasian yang keno macet. Kami masyarakat jugo terganggu,” imbuhnya.
Lebih jauh Yanto yang mengaku mengetahui penyebab kemacetan menguraikan, jika kemacetan lantaran perbaikan dengan mengeruk satu sisi jalan yang rusak untuk diperbaiki yang justru ditingalkan oleh pekerja. “Jalan rusak itu lah dikeruk, tapi setelah dikeruk malah ditingalke, jadi jalan yang biso dioake cumo sejalur sopir berebut,”tukasnya.
Pantauan koran ini, akibat kemacetan yang cukup parah tak sedikit para sopir memilih meninggalkan kendaraan untuk beristirahat diwarung maupun dijalan. Sementara masyarakat lokal baik pengendara roda dua, berjuang untuk keluar dari kemacetan dengan mencuri-curi jalan.
Sementara itu, Akibat kemacetan yang berlangsung hampir tiga hari itu, pihak Polres Prabumulih langsung menerjunkan ttim dari anggota satuan lali lintas, disejumlah titik kemacetan. “Untuk mengurai kemacetan petugas sudah disiapkan,” kata AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SH SIK MH.
Hanya saja akibat kemacetan yang mengular, membuat petugas kewalahan dan terjebak macet. “Angkutan sangat padat, macet sangat panjang sehingga petugas sedikit kesulitan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kabag Ops menyayangkan kemacetan yang terjadi hingga mencapai 7 KM tersebut. Apalagi dalam melakukan perbaikan Balai Besar Provinsi Sumsel tidak ada koordinasi dengan polres Prabumulih. “Tidak ada koordinasi dengan polres Prabumulih, setelah jalan dikerok satu jalur hingga dasar malah ditinggal. Sehingga angkutan berebut melintas dijalan rusak,” tuturnnya.
Tak hanya itu, untuk mengantisipasi angkutan batubara masuk di jalan Kota, Polres juga akan memperketat pengamaman di Jalan Sudirman. “Bersama dengan pihak terkait seperti Dishub, hal itu untuk mengantisipasi masuknya truk ke jalan Sudirman,” lanjutnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkot Prabumulih, Ir M Sufi menuturkan kemacetan akibat perbaikan jalan yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBP JN) III. Namun pihaknya sudah menghubungi pihak kontraktor agar pengerjaan segera dilakukan. “Sudah kami hubungi agar segera diperbaiki, kami juga sudah turun kelapangan,” tandasnya.
Disinggung mengenai pihak kontraktor yang tak meninggalkan pekerjaan? M Sufi mengutarakan jika hal tersebut tidaklah benar. “Memang telah melakukan pengerukan sejak dua minggu lalu namun karena masuk puasa pekerja istirahat, jadi bukan meninggalkan pekerjaan atau lari,” pungkasnya.(05)
MACET PANJANG: Kemacetan panjang terjadi di Jalan Lingkar mulai dari Tugu Nanas hingga Kelurahan Tanjung Raman sepanjang 7 KM.
Foto:ros/prabumulih pos

News Feed