oleh

Desak PDAM Petakan Titik Kekeringan

-Metropolis-88 views

PRABUMULIH – Kemarau tahun 2019 ini diprediksi akan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Nah, terkait itu kota Prabumulih yang juga masuk dalam wilayah rawan kemarau, harus mewaspadai kemarau berkepanjangan yang berdampak pada kekurangan ketersediaan air bersih.
“Kemarau itu datangnya setiap tahun, tapi memang belum terlalu pengaruh saat ini meskipun memang dibeberapa wilayah mungkin sudah mulai ada yang kering,” kata Ketua DPRD H Ahmad Palo SE.
Mengantisipasi kemarau yang akan terjadi kata dia, tentu harus sudah disiapkan oleh PDAM selaku penyedia air bersih. “Artinya kebutuhan air akan sangat diperlukan warga, PDAM harus siap mendistribusikan,” bebernya.
Paling tidak ungkapnya PDAM saat ini sudah sudah memetakan daerah yang minim air bersih saat kemarau. “Data itu harus sudah ada, sehingga akan lebih mudah dalam memantau daerah mana yang harus disalurkan air bersih,” imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah warga sudah mulai mengeluh akibat kekurangan air bersih. Seperti yang dialami Inggri Erlingka warga Perumahan Griya Cahaya Sejahtera. “Sudah hampir sebulan ini sulit air, sumur sudah kering. Untungnya ada sumur bor, jadi warga perumahan ambil air disitu,” imbuhnya.
Karena minimnya air bersih, dan harus antri mengambil air di sumur bor, ia terpaksa harus mencuci pakaian dengan dilaundry. “Kalau cuci sendiri, harus antri kasian yang lain,” terangnya.
Senada disampaikan Lihan, warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan juga mulai mengeluhkan kondisi sumur yang hampir kering “Ini lah lamo dak hujan, banyu lah mulai kering. Sudah kuning, kalau nyedot tedmon dak penuh lagi, lah habis sumur. nunggu berisi lagi baru sedot lagi,” tukasnya berharap agar hujan segera turun. (08)

Komentar

News Feed