oleh

Delapan Tim Data Tanah Warga

Program Sertifikat Non BPHTB

TANJUNG TELANG – Program sertifikat tanah non BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat, sudah dalam tahap pendataan lahan.

Pendataan lahan dilakukan oleh 8 tim yang telah terbentuk, terdiri dari Desa Tanjung Telang, Bappeda dan Dinas Pertanian. “1 Tim 5 orang, karena cukup banyak yang didata,” kata Plt Kepala Desa Tanjung Telang Rusdiyanto.

Dari pendataan yang sedang berlangsung kata dia, didominasi oleh lahan pertanian. “Seluruh tanah baik pemukiman dan pertanian didata dulu. Dan memang banyak lahan pertanian perkebunan karet,” bebernya.

Pendataan ungkap dia, harus segera dirampung. Sebab, nantinya akan dilanjutkan dengan diukur kembali oleh pihak Badan Pertanahah Nasional (BPB). “Data itu akan dibuat satu peta wilayah, yang nantinya akan diserahkan ke BPN berikut dengan data pendukung,” tuturnya.

Ia menyampaikan, program penerbitan sertifikat non BPHTB sangat membantu masyarakat. Sebab selama ini, untuk membuat sertifikat masih terganjal BPHTB. “Bahkan saking mendukung program ini, mereka turut membantu pemetaan,” ungkapnya.

Matsarun salah satu warga desa, mengaku lega sebab dalam waktu dekat tanah miliknya akan terdata dan memiliki surat lengkap. “Seluruh tanah didesa kageknyo ado sertifikat galo, jelas kami warga senang. Selamo ini idak tefikir nak buat sertifikat, banyaklah pertimbangannyo. Sekarang dipermudah dengan program ini,” tukas Matsarun.

Untuk diketahui Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) mulai menerapkan pembebasan Bea Pajak Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun ini.

Untuk Tahap awal, penerbitan sertifikat non BPHTB dilakukan di Kelurahan Payuputat dan Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat.(08)

Komentar

News Feed