oleh

Data Ulang Calon Penghuni Rusunawa

-Metropolis-309 views

PRABUMULIH – Data bakal calon penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) yang saat ini pengerjaannya sudah mencapai 90 persen, sudah diterima oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Sebanyak 115 keluarga bakal calon penghuni rusunawa didapat dari hasil pendataan yang dilakukan oleh RT yang disampaikan melalui kelurahan.
Kepala Bappeda Elman ST MSi mengutarakan, setelah menerima data usulan calon penghuni rusunawa, pihaknya akan kembali terjun ke lapangan untuk memastikan calon penghuni apakah benar layak untuk menempati gedung lima lantai yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 20 miliar tersebut.

“Dari data yang sudah kita pegang, akan kembali kita periksa dengan turun kelapangan kembali dengan tetap melibatkan RT Lurah untuk melakukan verifikasi,” kata Elman dikonfirmasi dimeja kerjanya kemarin (3/2).

Pendataan ulang tersebut, tak lain untuk memastikan apakah penerima masuk dalam kategori penghuni rusun yang memang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. “Seperti bedah rumah, calon penghuni juga didatangi dicek lagi, dilihat kondisinya bagaimana jika layak ya tidak masuk calon penghuni,” jelasnya.

Adapun kategori yang masuk dalam kategori calon penghuni jelas Elman yakni keluarga tak mampu yang sudah bertahun-tahun tak memiliki tempat tinggal, dan hidup mengontrak namun tak memiliki lahan sendiri. Serta Warga asli Kota Prabumulih. “Misalkan meski sudah bekerja, tapi sudah lebih dari 8 tahun hidupnya susah terus, ngontrak terus kemudian itu yang akan diprioritaskan. Dan yang terpenting adalah masyarakat asli Kota Prabumulih,” tutur Elman.

Kemudian disinggung mengenai adanya calon penghuni titipan keluarga pejabat, termasuk masyarakat dari luar Kota? Elman membantah tegas hal itu. Ia bahkan berani menjamin, jika penghuni Rusunawa nantinya adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kita jamin tidak ada warga titipan, boleh nanti dicek yang ada warga asli Prabumulih yang memang masuk kategori,” tegasnya
Kembali dijelaskan Elman, menghindari adanya calon penghuni titipan atau tidak tepat sasaran itulah tujuan dari timnya kembali untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi. “Karena jangan sampai nantinya ada yang seperti itu, dalam pemeriksaan KK KTP akan diperiksa apakah betul dia warga kita, apakah betul kondisinya begitu, kan warga sekitar RT-nya tau kondisi warga, pendatang atau bukan,” ungkapnya panjang lebar.

Kemudian, terkait biaya sewa dan kapan waktu penempatan nantinya? Elman mengungkapkan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PU-Pera). “Kita masih menunggu dari pusat, harus ada serah terima dulu. Mudah-mudahan secepatnya ada kabar. Sementara untuk biaya sewa nanti diatur dalam Perda. Selain biaya sewa dalam Perda itu ada ketentuan-ketentuan penghuni termasuk penghuni tidak boleh berpindah tangan atau disewakan kembali oleh penghuni,” ucapnya.

Untuk Perda Rusunawa sendiri saat ini lanjut Elman masih dalam tahap Rancangan penyusunan. “Masih dalam proses rancangan, setelah selesai nanti diserahkan ke Hukum baru kemudian ke DPRD,” tukasnya mengutarakan dari laporan terakhir yang diterima oleh pihaknya sudah mencapai 90 persen.

Pantauan Koran ini di kawasan pengerjaan Rusunawa, puluhan pekerja masih terlihat sibuk merampungkan pengerjaan. Bahkan dari salah satu pekerja yang dibincangi mengaku, saat ini pengerjaan sudah dalam tahap finishing.(05)

News Feed