oleh

Dari Hasil Rapid Test 23 Dinyatakan Positif, Setelah Swab Test Ditemukan 9 Kasus Terkonfirmasi Postif Covid-19

-Metropolis-98 views

 

PRABUMULIH – Pemerintah kota (Pemkot) telah berupaya membeli alat swab test atau PCR, agar bisa lebih akurat secara mandiri bisa mendeteksi terkonfirmasi positif Covid-19.

Setidaknya, sudah dianggarkan Rp 750 juta untuk pembelian 2 ribu alat PCR tersebut. Tetapi, belakangan mengalami kendala aturan.

Lantaran, swab test atau PCR hanya bisa dilakukan laboratorium di Provinsi. Sementara itu, di tingkat kabupaten dan kota tidak bisa.

“Kewenangan swab test atau PCR dilakukan Provinsi. Kabupaten dan kota tidak bisa melakukan secara mandiri, hanya bisa Rapid Test (RT) saja,” aku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr H Happy Tedjo TS MPH kepada awak media, Senin (27/4).

Tedjo melanjutkan, sebelumnya Pemkot telah membeli sebanyak 2 ribu Alat Rapid Test (ART) dan sudah dipakai sejauh ini sebanyak 400 buah.

“Rapid test ini hanya untuk screening awal saja, hasilnya ternyata ada 23 hasil RT-nya positif. Dan sudah dilakukan tindakan lanjutan berupa swab test. Dan, ditemukan 9 diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” terang Mantan Direktur RSUD ini.

Diakuinya, penggunaan ART ini diprioritaskan untuk screening awal. Khususnya, Contact Tracking (CT), Orang Dalam Pemantauan (PDP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pelaku Perjalan Dari Daerah Terjangkit (P2DT).

“Sesuai dengan protokol kesehatan, orang-orang tersebut wajib melakukan isolasi mandiri selama 2 minggu,” bebernya.

Sejauh ini, dari data Dinkes, akunya baru terdata 12 terkonfirmasi positif di Kota Nanas ini. Ada penyebarannya impor dan ada juga lokal.

“Bahkan, sejumlah terkonfirmasi positif dirawat intensif guna penyembuhan di RS,” pungkasnya.

Ketua Gugas Terpadu Covid-19 ini juga menuturkan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot juga telah dilakukan rapid test. “Dan, hasilnya negatif. Termasuk juga Pak Wako sudah RT dan hasilnya negatif,” tambahnya.

Senada juga dibenarkan, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM kalau Pemkot sekarang ini hanya bisa melakukan rapid test saja, untuk deteksi dini.

“Alat PCR lebih akurat, telah kita beli tetapi terkendala aturan dan tidak bisa,” ungkapnya.

Sambungnya, bagi masyarakat ada gejala Covid-19 dan ragu bisa menghubungi PSC 119 dan rapid tes-nya gratis alias tidak dipungut biaya. “Petugas akan datang ke rumah, telpon saja dan mereka akan melakukan RT,” tukasnya. (03/fs/01)

 

Komentar

News Feed