oleh

Cukup Umur, Sehat dan Tak Cacat Untuk Hewan Kurban

PRABUMULIH – Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) mengimbau bagi kaum muslimin yang hendak melaksanakan kurban untuk dapat mengetahui syarat-syaratnya. Salah satunya sudah cukup umur. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag), Drs H Yeri Taswin MPdI menerangkan, syarat hewan kurban diantaranya harus cukup umur. Baik sapi atau kambing yang dikurbankan wajib berumur 2 tahun.

“Lalu, sehat dan tidak cacat. Hewan kurban diwajibkan, laki-laki. Karena, hewan betina untuk berkembang biak,” ucap Yeri kepada awak media, Kamis (18/7). Dia menyebutkan, kalau sapi atau kerbau diperuntukkan untuk 7 orang pengurban. Sementara itu, untuk kambing untuk 1 orang pengurban. “Kurban bisa dilakukan secara perorangan bagi yang mampu, dan juga bisa kelompok. Dengan cara sumbangan, khususnya kurban sapi,”

Sambungnya, penyembelihan hewan kurban sendiri dilakukan sesudah sholat ied. Kata dia, tujuan berkurban ini sendiri tak lain berbagi. Tidak hanya pengurban mendapatkan haknya, tetapi juga warga miskin bisa merasakan kurban di hari raya Idul Fitri.

“Kurban ini juga, buntut pengurbanan Nabi Ibrahim mengorbankan anak semata wayangnya Nabi Ismail. Karena, kebesaran Allah SWT. Tubuh Nabi Ismail, usai dikurbankan digantikan dengan domba,” pungkasnya. Demikian pula, kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), H Ali Aman SAg MM. Kalau berkurban, hukumnya diwajibkan bagi yang mampu. Syarat hewan kurban, akunya cukup umur minimal 2 tahun.

“Sehat dan tidak cacat, boleh kerbau/sapi dan juga kambing. Sapi 7 orang dan kambing 1 orang. Sebaiknya, diwajibkan hewan kurban laki-laki,” ucapnya. Sedangkan, hewan kurban betina terangnya, untuk perkembang biakan hewan kurban itu sendiri. “Kita imbau, pedagang jujur dan menjual hewan kurban memang memenuhi persyaratan kurban,” tambahnya. (03)

Komentar

News Feed