oleh

Cerita Istri Wawako yang Sembuh dari Covid-19, Reni:  Berfikir Positif Rutin Minum Jahe dan Kunyit

-Metropolis-315 views

 

Berfikiran positif, rutin mengkonsumsi tanaman obat seperti jahe dan kunyit menjadi salah satu pendorong kesembuhan bagi penderita penyakit positif covid-19. Inilah yang dirasakan oleh Hj Reni Indayani SKm, istri wakil walikota H Andriansyah Fikri SH yang secara resmi diumumkan oleh gugus tugas provinsi 27 Mei lalu.

 ROS DIANA – PRABUMULIH

MINGGU (31/05), didampingi suami tercinta wakil TP-PKK Kota Prabumulih ini pertama kali muncul dan memberikan keterangan kepada media terkait kesembuhannya. Perempuan berparas cantik ini, tak ragu dan segan memberikan tips dan semangat kepada penderita covid-19 untuk bisa melawan virus yang berasal dari China ini.

Reni yang memakai warna baju senada dengan wawako, garis putih hitam terlihat begitu segar dan bugar. Dengan memakai masker Reni menuturkan, selama menjalani perawatan sejak April hingga dinyatakan sembuh sama sekali tak merasakan gejala apapun. “Alhamdulillah, ibu dari pertama dinyatakan positif tidak ada gejala, tidak demam dan sesak,” ucap ibu empat anak ini.

Selama isolasi Reni mengaku selalu bersemangat untuk kembali seperti sedia kala, bertekad untuk mengalahkan covid-19. Salah satunya dengan berfikiran positif dan rutin mengkonsumsi minuman tradisonal dari bahan tanaman obat yang ada di rumah. Bahkan minuman obat yang rutin dikonsumsi tersebut merupakan tanaman yang kini sedang digalakkan oleh pemerintah kota Prabumulih dan PKK untuk dikembangkan yakni tanaman toga.

“Pokoknya selalu berfikir positif, menjaga kesehatan jangan sampai demam. Minum air putih hangat, kalau ada yang kasih rebus-rebusan kita coba. Kalau kami rutin minum susu jahe sampai sekarang minum itu, kunyit putih jahe kami minum. Termasuk daun sungkai juga, pokoknya yang ada masukan kami terima,” terangnya yang juga mengaku rutin menggunakan minyak kayu putih.

Untuk obat-obatin dari dokter, memang diakui Reni tidaklah banyak. Hanyalah vitamin dengan dosis rendah. Bahkan diawal menjalani isolasi, ia sempat protes lantaran hanya diberi vitamin C dosis 50 mg. “Sempat protes, dokter kok kami dikasih obat paling rendah. Ternyata kata dokter, karena ibu dak ada keluhan tidak ada gejala. Jadi memang supaya kami didorong melawan virus sendiri tanpa obat, alhmadulillah dokter yang merawat memberikan suport yang luar biasa,” ungkapnya Reni yang juga rutin berjemur dan berolahraga.

Selama menjalani isolasi, Kabid Keluarga Berencana (KB)  Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Kota Prabumulih ini, tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam memutus rantai covid 19. Yakni berada di ruang terpisah, meski berada dalam satu rumah dengan anggota keluarga lainnya.

“Selama isolasi kami pisah, karena dirawat kemarin di Palembang. Tapi setelah dinyaakan negatif kami gabung, tapi tetap dengan jaga jarak. Terus untuk safety dari awal kami memberikan keamanan bagi yang mendampingi,  gelas piring kami siapkan sendiri dan piring kami cuci sendiri. Tidak sampai menyentuh barang kami, dan kami tidak menyentuh barang mereka. Begitupun dengan pakaian. Karena  jangan sampai kami sehat mereka terpapar, kita ingin sama sama aman dan sehat,” lanjutnya.

Menjalani isolasi sejak April, dan hampir 1 bulan berlalu membuat Reni sedikit berputus asa karena belum ada hasil yang menggembirakan. “Sempat putus asa 3 minggu, karena biasanya 14 hari katanya sembuh. Ternyata kata dokter, isolasi itu bukan berati menyembuhkan tapi membatasi penularan. Jadi tergantung imun kita. Ada yang sampai 14 hari ada yang sampai 30 hari tapi yakinlah dengan kondisi sehat Insyallah sembuh,” beber Reni memberikan semangat.

Atas apa yang dialaminya, Wakil TP PKK yang sukses membawa Kota Prabumulih meraih sejumlah penghargaan tingkat Nasional dan Provinsi bersama Ketua TP PKK Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho ini berpesan kepada para pasien covid 19 tetap berfikir positif. “Jangan memikirkan yang macam-macam, yang penting kita menjaga tubuh supaya sehat tidak demam tidak sesak,” pesannya.

Tak hanya kepada pasien positif, kepada masyarakat Reni juga mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan rutin mencuci tangan. “Jaga kesehatan pake masker sering cuci tangan, apapun yang akan dilakukan . Dengan orang (terkena covid) jangan dijauhi. Penyakitnya yg nak dijauhi, kalaupun ada gejala jangan takut dan malu karena ini bukan aib,” tukasnya mengakhiri.(*)

 

Komentar

News Feed