oleh

Cerita Dibalik Kebakaran Polaris Cell, Menelan 3 Nyawa

Indra Orang Baik, Kami Saksinya

KEBAKARAN Ruko Polaris Cell, jelas  menimbulkan cerita. Apalagi, Pemilik Polaris Cell dikenal sebagai orang agamis dan juga ramah. Bagaimana cerita mengenai Indra?.

 ANDRIAN PURJA, Prabumulih

TAK Ada yang menyangka, Indra Kesuma (33) dikenal sebagai seorang agamis dan ramah , dijemput sang ilahi begitu cepat dengan cara cukup tragis menimpanya. Ruko Polaris Cell dihuninya, Jumat (8/1/2021), sekitar pukul 04.30 WIB terbakar. Menelan 3 korban jiwa, termasuk Indra sendiri dan 2 karyawannya masih tergolong kerabatnya, Adi Saputra (18) dan Ferdi (18).

Di sela-sela kejadian itu, awak media sempat berbincang dengan rekan korban sesama pengusaha aksesoris HP dan  pemilik conter HP. Yaitu, Allen (32). Ia sendiri, tak menyangka Kak Indra akan pergi secepat itu. Dan, ia cukup mengenal baik Indra sering ikut majelis dakwah dan kajian serta juga pengajian.

“Awalnya, sekitar 10 tahun lalu Kak Indra bekerja di Polaris Cell. Mengurusi bisnis aksesoris HP, bekerja dengan orang Palembang,” ceritanya.

Nah, setelah merasa punya pengalaman dan juga sedikit modal. Ungkapnya, Indra menyampaikan pengunduran diri dari sang bos. Namun, kata sih bos. Kisahnya, mempersilahkan Indra membuka usaha sendiri dan melanjutkan bisnisnya.

“Dari sanalah, akhirnya Indra menjadi Pemilik Polaris Cell. Seiring waktu, usahanya pun maju dan berkembang. Hingga sekarang ini, sudah ada dua ruko berhasil disewanya untuk usaha. Polaris Cell, dihuninya. Sedangkan, satu lagi Bintang Jaya Cell berada di Jalan Sudirman Simpang Nasional,” beber Allen.

Selama mengenal Indra, kata dia merupakan orang baik. Dan, ia menjadi saksi kalau Indra memang orang baik. Ia berdoa, semoga Indra khusnul khotimah di sisi sang pencipta.

“Kalau dirinya mau selamat sebenarnya bisa, tetapi ia memilih menyelamatkan anak istri dan karyawannya. Hingga, terjebak di dalam ruko dan meninggal dunia,” terangnya.

Bukan hanya dirinya saja merasakan kehilangan Indra, tetapi hampir semua pelanggannya. Karena, Indra ramah melayani dan juga harga aksesoris HP lumayan murah.

“Memang sekarang ini, pelanggan Indra telah banyak. Dan, semuanya berduka atas kepergian Indra,” bebernya.

Hendri (45), salah satu pelanggan Indra juga mengaku, kehilangan teman baik. Apalagi, ia sering membeli aksesoris HP dan juga spare part. “Kalau kerusakan ringan, Indra masih mau memperbaikinya. Kalau berat tidak, spare part HP cukup lengkap dan harganya murah,” kenangnya.

Kepergian Indra, jelas membuatnya kehilangan teman sangat baik. “Kalau tidak ada spare part HP kita inginkan. Kita bisa nitip uang. Kita saksi Indra Orang Baik, semoga masuk surga,” doanya.

Senada juga dikatakan, Aan (45), tetangga Indra cukup mengenalnya. “Indra itu, orangnya baik dan alim. Rajin ke masjid, dan ramah. Kita ikut prihatin,” ceritanya.

Ia pun tidak menyangka, Indra mendapatkan ujian seberat itu. Dan, ia berdoa, agar istrinya ditinggalkan tabah dan sabar. “Di Prabumulih, memang Indra cukup lama. Kalau aslinya, orang Palembang. Informasinya, Indra dan karyawannya dimakamkan di Palembang usai dievakuasi ke RSUD,” tutupnya. (*)

Komentar

News Feed