oleh

Cegah Stunting dan Gizi Buruk

PRABUMULIH – Meski tidak ada kasus stunting dan gizi buruk ditemukan, Prabumulih terus berupaya meningkatkan ketahanan pangannya melalui sejumlah program disusun Dewan Ketahanan Pangan (DKP).

Seperti Rabu (20/11), DKP mengelar rapat kordinasi (Rakor) bertajuk “Melalui Peningkatan Ketersediaan Pangan dan Keberangkatan Pangan serta Konsumsi Pangan yang Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Menuju Prabumulih Prima Berkualitas” di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemerintah kota (Pemkot).

Kepala DKP, Ir Suryanti mengatakan, lewat rakor ini menghasilkan kebijakan dan program antara Pemkot. Lalu, provinsi dan juga pusat untuk saling bersinergi.

“Pada rakor ini, kita libatkan Pokja PKK Provinsi. Lalu, Dinas Peternakan Provinsi dan DKP sendiri sebagai nara sumber pada rakor ini,” terang Suryanti.

Harapannya, kata dia, dari hasil rakor ini bisa dibuat resume. Sehingga, DKP bisa mengeluarkan rekomendasi program bagi ketahanan pangan.

“Rekomendasi dikeluarkan dengan melihat isu berkembang. Sekarang ini, khususnya masalah stunting dan gizi buruk,” akunya.

Lanjutnya, Prabumulih, tidak masuk stunting dan gizi buruk. Tetapi, tetap antisipasi. “Sebagai langkah pencegahan dan antisipasi, supaya tidak terjadi di stunting dan gizi buruk,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota, H Andriansyah Fikri SH menerangkan, kalau peningkatan ketahanan pangan sifatnya wajib bagi kabupaten/kota. “Adanya ketahanan pangan, bisa berimbas mengurangi angka kemiskinan. Dengan terpenuhinya, pangan dalam rumah tangga. Baik jumlah dan mutunya serta harga terjangkau,” sebutnya.

Selain itu, akunya ketahanan pangan di Prabumulih tersedia dengan cukup dan aman. “Antara lain, pemberdayaan anggota keluarga, pemberdayaan lahan kosong, toga dan tanaman organik, penanaman buah dan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan lainnya,” tambahnya. (03)

 

Komentar

News Feed