oleh

Cegah Kehamilan Tak Diinginkan Selama Covid

-Metropolis-30 views

//Imbau KB dengan Non MKJP

PRABUMULIH — Imbauan pemerintah untuk tetap berdiam di rumah saat pandemi Covid-19, dikhawatirkan berdampak pada kehamilan tak diinginkan di Kota Prabumuih.

Nah, agar kehamilan tak diinginkan tak melonjak. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tetap melakukan giat cegah putus ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS).

“Selama pandemi, BKKBN Provinsi memaklumi kalau KB di Prabumulih dialihkan untuk sementara ke non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” kata penyuluh KB Kota Prabumulih Ovi Hendrika SKM.

Hal itu kata Ovi, mengingat pelayanan KB MKJP implant dan IUD untuk sementara ini ditunda pelayanannya akibat pandemi. Sementara pelayanan KB dilapangan tetap dilakukan oleh penyuluh KB dibantu kader KB. “Jadi harus tetap ber-KB walau non MKJP seperti pil dan kondom sedangkan KB suntik tetap ke tenaga kesehatan terdekat. Dan ini hanya selama pandemi saja, jika sudah berakhir kembali ke MKJP,” tutur Ovi.

Ovi menuturkan, selama pandemi peserta KB bisa menghubungi penyuluh KB untuk memperoleh informasi tentang pelayanan KB. “Sementara penyuluh KB bekerjasama dengan bidan setempat, akan mendata peserta KB yang akan berKB dan memberikan pelayanan KB sesuai waktu pelayanan KB mereka,” imbuhnya kembali menyampaikan pelayanan KB yang diberikan dalam bentuk non MKJP.

Disinggung terkait lonjakan kehamilan tak diinginkan selama Covid-19, menurut Ovi saat ini hal itu belum terjadi. “Sejauh ini belum, mudah-mudahan tidak karena MKJP kita masih ada. Kan waktunya agak lama 3 tahunan untuk implant, sementara kalau IUD bisa 7-8 tahun,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ovi menuturkan kehamilan tak diinginkan hanya berlaku bagi PUS yang telah memiliki banyak anak. “Misalnya PUS ini biasanya KB suntik, nah karena covid ini jadi tidak suntik dan itu bisa memicu kehamilan tak diinginkan. Tapi kalau pasangan baru itu memang kehamilan diinginkan, atau anaknya baru satu,” tukasnya.

Upaya untuk menekan kehamilan tak diinginkan, juga dilakukan oleh pemerintah kecamatan, kelurahan, desa yang ada di Kota Prabumulih. “Tetap di rumah, dan tetap ber KB,” ajak Lurah Kelurahan Karang Raja Gunawan Nopindra SE.(08)

Komentar

News Feed