oleh

Catat…Selama Pandemi  Covid-19 PDAM Bebaskan Denda, Gratis untuk Rumah Ibadah

-Metropolis-187 views

 

PRABUMULIH –  Untuk mengurangi beban pelanggan PDAM akibat terdampak pandemi Covid 19, PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih akan membebaskan denda pelanggan PDAM.

Informasi tersebut seperti yang disampaikan oleh Direktur PDAM Tirta Prabujaya Fajar C Ardana ST belum lama ini. “Rencananya akan kita bebaskan denda, untuk mengurangi penumpukan saat pembayaran di kantor. Biasanya ramai menumpuk karena mereka tidak mau denda antara 1-10, jadi kita coba hilangkan denda. Kita minta pembayaran pokok saja, karena saat ini jangankan denda pembayaran pokok saja susah,” tuturnya pembebasan denda juga berkaitan dengan pelaksanaan PSBB.

Terkait pembebasan denda tunggakan PDAM kata Fajar, pihaknya sudah menyiapkan SK untuk 1 bulan.  “Tapi bisa kita perpanjang lagi untuk pelaksanaannya,” ucap Fajar menuturkan untuk denda satu bulan biasanya mencapai Rp 15 ribu.

Fajar mengakui, akibat dari covid 19 kondisi PDAM saat ini menjadi kian tak sehat. Betapa tidak, pembayaran tagihan yang menunggak membuat PDAM kewalahan untuk membayar PLN sehingga cash flow menurun drastis. “Kita sedang sakit saat ini, kalau cash flow lancar pemasukan 100 persen sekarang hanya 40 persen hanya pemasukan,” ucapnya.

Akibatnya ungkap Fajar, perusahaan plat merah ini harus berjuang untuk menekan efisiensi operasional. “Perbaikan yang tidak terlalu urgen, pembeliaan bahan yang tidak terlalu penting, yang bisa kita perbaiki tidak harus beli baru. Tapi memang dampaknya tidak bertahan lama,” bebernya menambahkan pihaknya sudah mempesiapkan upaya kedepan supaya PDAM tak kolep.

Lebih lanjut Fajar menuturkan, selama covid 19 ini tagihan PDAM untuk rumah ibadah sudah diratiskan. “Ada sekitar 75 rumah ibadah, sudah berlangsung sejak April lalu,” tukasnya.

 

Upaya pemerintah yang meringankan beban masyarakat, dengan mengurangi denda pelanggan disambut baik oleh masyarakat. Sepriani warga Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara menuturkan, meski tak ada penggartisan paling tidak pemerintah sudah peduli dengan meringankan beban masyarakat.

“Alhamdulillah, kalaupun dak biso gratis denda dihapus. Sebab memang kalau nak bayar itu harus antri menumpuk sementara sekarang nak keluar rumah lagi takut sejak corona. Kalau dak dihapuske biso bengkak bayaran,” kata Sepriani.(08)

 

Komentar

News Feed