oleh

Buka Jalur Pendakian Gunung Patah

-Metropolis-1.151 views

PRABUMULIH –Hutan yang lebat dan masih asri membuat keindahan yang dimiliki Gunung Patah yang beralamat di Dusun Karya Tani Desa Segamit Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim terbilang masih kurang terekspos.
Nah, atas niat itulah Kelompok Satuan Alam (KSA) Summit Adventure Prabumulih, kelompok pecinta alam (KPA) Belantara Linggau dan KPA SPPA sore kemarin bakal mengeksplorasi Gunung Patah, yang menurut kabar Gunung Patah belum memiliki jalur khusus bagi para pendaki.
“Walau banyak KPA yang mencoba mengeksplor keindahan Gunung Patah tersebut, tak banyak yang berhasil ke indahannya karena lebatnya vegetasi hutan di Gunung Patah itu, dan ditambah curah hujan yang tinggi menjadi faktor penghalang bagi para pendaki untuk berhasil menaklukan puncaknya,” ujar Ketua Tim Opi Triputra melalui Koordinasi Analisa Vegetasi dan Pendataan Jalur, Ardi Mori kemarin (28/3).
Dikatakannya, perjalanan yang rencananya berlangsung dari tanggal 28 – 4 April 2017 itu, tidak hanya semata-mata untuk sekedar menyalurkan hobi mendaki. Namun, eksplorasi ini bertujuan untuk melakukan pemetaan jalur akses pendakian, pendataan dan analisa vegetasi serta keanekaragaman hayati yang tersimpan di balik Gunung Patah itu.
“Tujuan kita bukan hanya menyalurkan hobi mendaki tapi kita berupaya untuk melakukan pemetaan jalur akses ke gunung patah, melakukan analisa vegetasi atau pendataan potensi alam dan keanekaragaman hayati, karena Gunung Patah termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang merupakan salah satu situs warisan dunia versi UNESCO,” bebernya yang didampingi Opi Triputra yang diketahui pernah tergabung dalam Organisasi Mapala Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, tahun 2002 itu.
Lanjut, dirinya mengatakan perjalanan tersebut juga rencananya bakal diisi dengan kegiatan-kegitan yang bersifat aksi sosial di Desa tersebut. “Kita berharap selain dapat mengekplor Gunung Patah. Rencananya sesampainya di Dusun Karya Tani Desa Segamit itu, kita bakal mendirikan rumah baca atau perpustakaan desa yang berisi buku pelajaran untuk anak usia sekolah dasar, yang buku-buku tersebut kita bawa dari masyarakat Prabumulih yang peduli karena disana masih kurang sumber-sumber bacaan,” kata dia. Sembari menyebutkan 10 orang yang melakukan perjalanan tersebut diantaranya yakni Tim head: Opi Triputra, Koord Logistik dan Kesehatan : Ryan dan Teddi, Koord Analisa Vegetasi dan pendataan jalur : Ardi Mori dan Mansyah, Koord Analisa sosial ekonomi: Budi dan Dian, Koord RPJ : M. Tauri dan Anggota : Japri, Beni, Azhar.
Maka dari itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat memotivasi KPA –KPA ataupun Mapala lainnya untuk dapat meningkatkan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. “Kami berharap hasil eksplorasi ini nantinya bisa menjadi referensi bagi penggiat alam bebas dan lingkungan hidup, untuk bersama-sama melestarikan tempat pelestarian hutan hujan tropis Sumatera, dan mahluk di dalamnya,” tandasnya. (Dewi)

News Feed