oleh

BPOM: Waspada Kue Kering Bepewarna

PRABUMULIH – Panganan yang mengadung zat beracun dan berbahaya makin banyak ditemukan. Tak hanya pada mie atau tahu, kini kue keringpun diketahui mengandung zat beracun.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang belum lama ini, zat pengawet atau formalin masih ditemukan di makanan seperti tahu putih, cincau hitam, dan mie kuning.
Tak hanya itu, Zat Rhodamin-B-zat pewarna yang yang berbahaya ditemukan di sejumlah kue kering.
Kepala BPOM Palembang, Dra Dewi Prawitasari Apt MKes didampingi Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan (Pemdik), Yudi mengungkapkan, menjelang lebaran ini pihaknya melakukan pengecekan makanan yang beredar di masyarakat aman atau tidak.
“Pada kegiatan ini kami mengambil sampel 20 item makanan dari pedagang, sebagain langsung kami tes di pasar dan kami lakukan tes di lokasi bersama tim pemeriksaan kami,” ujar Dewi yang juga didampingi oleh 4 orang petugas dari Dinkes kota Prabumulih dan Puskesmas Pasar dilokasi, Kamis (31/5).
Ia menyebutkan dari sejumlah item sampel makanan yang beredar di wilayah Prabumulih ini tepatnya dari pedagang di kawasan Padat Karya tersebut, ternyata masih ada yang mengandung zat berbahaya, antara lain pada tahu putih, cincau hitam dan mie kuning mengandung formalin.
“Dari hasil uji lab makanan ini, kami temukan panganan yang mengandung formalin dan zat pewarna. Itu ditemukan pada tahu putih ukuran kecil dan besar, cincau hitam dan mie kuning positif,” bebernya.
Apalagi, sambung Dewi, saat mendekati lebaran seperti sekarang ini, kue kering mulai banyak beredar di pasar khususnya di kota Prabumulih. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap makanan tersebut, lantaran BPOM juga menemukan pada kue kering positif mengandung zat pewarna rodamin B.
“Kami juga temukan pada kue kering yang positif mengandung zat Rhodamin-B atau zat pewarna kain. Dan kami akan langsung melakukan penyitaan terhadap bahan makanan yang positif mengandung zat tersebut kepada penjualnya dan meminta membuat surat pernyataan agar tidak diperjual belikan kembali makanan tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan pengecekan makanan tersebut, sebelumnya BPOM Palembang telah berkoordinasi dengan pihak Dinkes Pemkot Prabumulih untuk mengambil sampel sejumlah makanan yang kemudian secara langsung dilakukan tes laboratorium oleh tim pemeriksa BPOM di lokasi tersebut.
“Kita juga didampingi pihak Dinkes kota Prabumulih untuk mengambil sample=sample makanan di pasar ini. Kegiatan ini kami lakukan tujuannya agar bisa mengawasi pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan Kepala BPOM Palembang ini, dalam pengecekan di lapangan tersebut banyak pedagang yang menjual makanan, terutama kue kering tidak menyebutkan masa kedaluwarsanya, kandungan makanan juga tidak disebutkan.
Ia menyarankan kepada masyarakat di Kota Prabumulih, khususnya produsen industri rumah tangga untuk datang di Dinas Kesehatan guna mendapatkan sertifikat produsen industri rumah tangga (PIRT). “Kami punya kegiatan rutin untuk mengeluarkan izin sertifikat PIRT, yang dapat diperoleh secara gratis,” terang dia.
Masih dilanjutkan dia, bahwa syarat mendapatkan sertifikat tersebut dengan mengisi formulir, membawa foto kopi KTP dan kartu keluarga. Sebelumnya diberi penyuluhan dan produk yang dihasilkan akan diuji di laboratorium, jika hasil makanannya bagus tidak ada yang meragukan, semuanya aman maka dikeluarkan sertikatnya.
“Makanya kami juga berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih panganan buka puasa. Karena pangan-pangan yang mengandung zat berbahaya itu, tidak langsung berdampak terhadap tubuh melainkan bertahap. Bila tubuh sering terpapar panganan yang mengandung zat berbahaya, akan menimbulkan gangguan kesehatan. Karena secara akumulatif dan jangka waktu tertentu, itu akan menimbulkan kanker,” tandasnya. (07)

News Feed