oleh

Bongkar Praktek Pembuatan Narkoba Jenis Ineks, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

PRABUMULIH – Polres Prabumulih berhasil membongkar praktek pembuatan narkoba jenis ineks rumahan di Jalan Srikandi, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya Jumat lalu (1/3), dilakukan pengerbekan dan berhasil mengamankan tersangka atas nama Rismadi (38), warga Jalan Tromol No 096 RT 01/RW 06 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.

Ketika digerebek, tersangka Rismadi sendiri tengah melakukan pencetakan ineks. Dari tangannya, sejumlah barang bukti turut diamankan. Berupa 1 piring serbuk warna pink, 27 butir ekstasi layak edar, 2 cetak logo, dan 1 unit HP merk narkoba.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk MH bersama Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH didampingi Kanit Idik I Satres Narkoba, Ipda Sardinata SH menerangkan, ini sangat mengejutkan di Prabumulih ada pembuatan ineks secara tradisional.

“Untungnya, berhasil diungkap anggota kita setelah melakukan penyelidikan. Tersangkanya, RS bersama barang bukti sudah kita amankan dan sita,” ujarnya di sela-sela press release di Mapolres, Selasa (5/2).

Pemilik rumah, diduga sebagai lokasi pencetakan BY, insial sekarang ini masih dikejar petugasnya untuk pengembangan kasus ini lebih jauh. Aku Tito, RS sendiri merupakan resedivis kasus narkoba.

Lantaran, ungkapnya ini kedua kalinya dirinya terjerat kasus peredaran narkoba di Polres Prabumulih. Setelah pada 2007 silam, masuk penjara karena kasus kepemilikan narkoba dan dihukum 1,5 tahun penjara.

“Hasil pengerbekan tersebut, tersangka baru saja mencetak sebanyak 27 butir ineks dalam waktu satu jam. Sudah kita periksa di labfor, positif mengandung narkoba,” bebernya.

Nah, akibat ulahnya ini. Kata Kapolres, RS dijerat dengan Pasal 112 junto Pasal 113 Undang-undang No 35/2009 tentang narkoba dan psikotropika. Ancamannya, akunya paling cepat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

“Ini kasus pertama kali, kita dapati pembuatan narkoba jenis ineks rumahan. Kasusnya, terus kita lidik dan kembangkan,” bebernya.

Sementara itu, RS sendiri mengaku, disuruh BY membuat ineks tersebut. Lantaran, mendapatkan pesanan sebanyak 50 butir. Ia mengakui, bahan bakunya berasal dari obat batuk atau pusing kepala yaitu Procol.

“Nak dijual Rp 30 ribu sebutir, bagi duo hasilnyo. Aku sebutir dapat Rp 15 ribu,” ucapnya.

Dirinya sendiri mengaku, pernah masuk penjara lantaran terlibat kasus narkoba jenis ineks. “Iyo, keno 1,5 tahun masuk penjara di Prabumulih nilah. Baru sekali inilah aku buat ineks, disuruh BY,” pungkasnya. (03)

News Feed