oleh

Boleh Ubah Kata Namun Tak Ubah Makna

-Metropolis-96 views

PRABUMULIH – Kali pertama, puluhan jurnalis di kota Prabumulih mendapat pencerahan terkait ragam tulisan bahasa oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Rabu (11/9). Kegiatan yang dibuka langsung Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya ini mendapat antusias peserta. Bahkan, hingga awal hingga akhir suasana pembahasan berlangsung rilek dan fokus. “Kegiatan ini disusun dalam bentuk penyuluhan bahasa,” kata Linny Oktovianny MPd selaku narasumber dari Balai Bahasa Sumsel.

Ia mengatakan, kegiatan penyuluhan ini digelar di 7 kabupaten/kota di Sumsel. Digelar secara bergantian. “Hari ini, (kemarin, red) dilaksanakan di Prabumulih selama empat hari ke depan,” terangnya. Kegiatan diikuti 40 peserta ini terdiri dari anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan utusan dari humas Pemkot Prabumulih. Ia berharap peserta nantinya mampu menggunakan bahasa yang baik agar berita yang di tulis dapat tersampaikan dengan baik dan benar sesuai kaedah.

Bahasa Indonesia bisa dikatakan baik yang benar ketika sesuai dengan situasi, kondisi sedangkan kaidah bahasa yang baik ketika tulisan bisa dimengerti dan dipahami, namun bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah. Masih kata Linny, dalam penulisan wartawan boleh mengubah kata-kata yang disampaikan nara sumber, namun tidak merubah makna dari kata yang disampaikan.

“Kompetensi peningkatan kaidah bahasa Indonesia sangat penting bagi para wartawan, karena para peserta penyuluhan bahasa harus lebih cerdas dalam menyampaikan berita yang menggunakan bahasa Indonesia, agar dapat mencerdaskan para pembacanya dan pembaca juga bisa lebih mudah memahami kata yang disampaikan,” jelasnya.

Sementara dalam kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesa tersebut memiliki tujuan unuk meningkatkan kemandirian ketrampilan terutama dalam menggunakan bahasa Indonesia ragam tulisan, dengan peserta merupakan perwakilan dari media masa baik cetak, online maupun daring di 7 kabupaten kota. “Kita bekerja sama PWI kota Prabumulih dan Prabumulih Pos, melalui kegiatan ini kita mengajak agar semuanya dapat menjunjung Bahasa Indonesia agar negara kita berjaya,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM saat membuka acara menyampaikan bahwa selama ini memang penggunaan bahasa Indonesia, jarang diindonesiakan. Hal ini bisa jadi karena tidak adanya rasa memiliki dan rasa sayang dari orang Indonesia sendiri. Bahkan dulu Presiden Soeharto pernah membawa Basaha Indonesia di gedung Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan membawa Bahasa Indonesia menjadi 5 Bahasa Nasional dunia, namun karena kurangnya dukungan dari masyarakat sehingga jarang digaungkan.

“Kita yang harus bangga dengan bahasa Indonesia, kita yang harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Sebenarnya bukan hanya wartawan yang perlu penyuluhan Bahasa ini, namun juga dari segala unsure. Harusnya tekankan rasa memiliki Bahasa Indonesia sejak dini mulai dari tingkat pelajar,” katanya.

Pelaksanaan penyuluhan ini dijadwalkan selama empat hari kedepan, dengan berbagai materi yang akan sangat bermanfaat bagi peserta untuk menunjang profesinya. “ kita sangat berharap ikuti kegiatan ini dengan sebaik baiknya, karena inilah saatnya kita memperbaiki tata bahasa dalam penulisan berita yang merupakan produk jurnalistik,”tambah Ketua PWI Prabumulih, Mulwadi.(05)

Komentar

News Feed