oleh

BKN Minta 2 Juta per Hari, Dirjen Dukcapil: 10 Juta Juga Oke

JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) telah bersepakat hanya menerima pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 sebanyak 2 juta akun pelamar per hari.
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) BKN, Mohammad Ridwan, permintaan tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya yakni 1 juta akun pelamar dalam sehari. Akan tetapi, mengingat banyaknya antusias pelama untuk ikut seleksi makan Dirjen Dukcapil membolehkan untuk mengakses 2 juta NIK sehari untuk pendaftaran akun SSCN.
Dengan jumlah pelamar 2 juta akun per hari diakui tidak akan menimbulkan masalah. Dari hasil pengalaman pembukaan lowongan CPNS tahun lalu, di mana tahun lalu totalnya hanya 2,4 juta akun yang dibuat. Jumlah tersebut masih jauh dari kapasitas maksimal yang disediakan.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN) mengatakan, pihaknya memang hanya memberikan jumlah quota sebanyak 2 juta akun dalam sehari. Hal itu atas permintaan dari pihak BKN selaku panitia seleksi nasional CPNS. “Kami dukung penuh BKN. Pokoknya minta berapapun saya beri. Tidak perlu bernegosiasi, karena semua permintaan yang sesuai kebutuhan pasti dipenuhi,” kata Zudan, Kamis (27/9).
Bahkan, jika BKN merasa jumlah 2 juta masih belum mencukupi, pihaknya siap untuk menambah quota jika memang dibutuhkan. Tak hanya itu, untuk melancarkan proses pendaftaran, tanpa meminta tambahan quota pun pihaknya bisa langsung melakukan penambahan.
“Bisa saya tambah jadi 5 juta bila diperlukan. 10 juta juga okay. Pokoknya minta berapapun saya beri. Sebelum sampai 2 juta sudah bisa saya langsung naikkan quotanya tanpa BKN meminta. Ini diskresi Dirjen untuk mendukung seleksi CPNS berbasis NIK,” bebernya.
Dijadwalkan pendaftaran online melalui portal SSCN telah dibuka sejak 26 September 2018 dan berakhir pada 10 Oktober 2018 mendatang. Informasi mengenai formasi dan syarat jabatan yang dibuka pada rekrutmen CPNS ada pada portal tersebut. Selain dapat dilihat di laman SSCN juga dapat di lihat pada website K/L/D yang membuka rekrutmen. Pelamar diimbau untuk tidak buru-buru melakukan pendaftaran karena data yang sudah diinput pelamar di portal SSCN tidak dapat diubah.
Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah resmi menetapkan kuota CPNS 2018 sebanyak 238.015 formasi. Fokus perencanaan dan rekrutmennya diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa, dengan prioritas pada bidang pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Seperti diketaui, saat ini jumlah PNS sekitar 4,3 juta, dengan proporsi terbesar selain guru dan tenaga kesehatan adalah tenaga pelaksana/administratif sebesar 1,6 juta atau sekitar 38% dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6%. Komposisi PNS yang tidak seimbang tersebut akan menyulitkan dalam menghadapi tantangan ke depan.
Dari jumlah formasi 238.015, sebanyak 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Peruntukan instansi Pemerintah Pusat terdiri dari jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.
Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi, Guru Agama sebanyak 8.000 formasi, Tenaga Kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis), serta Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.
Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.
Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran daring/online (sscn.bkn.go.id). Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.
Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, SKD, dan SKB. Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, pelamar harus lolos seleksi administrasi. SKD merupakan salah satu tahapan setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. (HRM/FIN)

News Feed