oleh

Bisa Layani Delapan Pasien Per Hari

-Metropolis-477 views

PRABUMULIH – Sejak diresmikan beberapa bulan lalu, jumlah pasien pelayanan cuci darah (Hemodialisa) di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) terus meningkat yakni sudah mencapai 20 pasien.
Namun sayang, tingginya jumlah pasien masih terkendala fasilitas peralatan mesin cuci darah yang dimiliki RSUD. “Pasien mulai tinggi. Yang semula di Palembang kembali ke sini, dari PALI juga ke sini. Sementara alat kita baru 4, “ kata Direktur RSUD Prabumulih, dr Hj Rusmini MKes melalui Kabag Tata Usaha, Adi Kuanto SKep MARS dibincangi, kemarin (10/10).
Mengantisipasi hal itu ungkap Adi, RSUD sudah mengajukan untuk menambah sebanyak dua unit mesin cuci darah. “Sudah kita ajukan penambahan mesin dua unit, jadi nantinya hemodialisa memiliki ada 6 unit peralatan mesin cuci darah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Ruangan Hemodialisa RSUD Widyastuty SST menambahkan, pelayanan cuci darah melayani sebanyak 8 pasien setiap harinya. “Jadwalnya 1 pasien cuci darah dua kali satu minggu, senin cuci lagi kamis, selasa jadwalnya lagi jumat. Namun khusus untuk hari senin dan Kamis baru melayani 4 pasien saja,” jelasnya seraya menambahkan proses pencucian darah pasien bisa memakan waktu 4-5 jam.
Masih ungkap dia, dengan bertambahnya mesin cuci darah nantinya hemodialisas akan menyiapkan dua kamar untuk pelayanan cuci darah. “Satu ruangan sudah ada tinggal menempatkan peralatan nanti, apalagi ini insyallah akan ada pasien baru dari Lampung,” ungkapnya.
Disampaikannya untuk pelayanan cuci darah tersebut, masyarakat sudah mendapat kemudahan yakni sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Kalau pasien peserta BPJS Kesehatan ditanggung. Tapi kalau pasien umum harus membayar sekali tindakan sekitar Rp 800 ribu,” jelasnya.
Sementara itu Agus salah satu pasien cuci darah yang dibincangi kemarin, mengungkapkan sejak RSUD dilengkapi fasilitas hemodialisasi dirinya mendapat kemudahan dalam pelayanan. “Selama satu tahun ini harus bolak-balik ke Palembang, sekarang sudah di RSUD. Selain hemat biaya, kita tidak repot pulang pergi bisa sendiri,” tukas pasien asal kota Prabumulih ini. (05)

News Feed