oleh

Biaya Hidup Tinggi, Penyebab Angka Kemiskinan Masih 11,30 Persen

-Metropolis-139 views

PRABUMULIH – Soal kemiskinan di Kota Nanas ini, Wakil Walikota (Wawako) H Andriansyah Fikri SH menyebutkan, telah berupaya secara optimal mengentaskan masalah kemiskinan dengan berbagai program unggulan Pemerintah kota (Pemkot).

Fikri, sapaan akrabnya, penyebab angka kemiskinan tinggi. Kata orang nomor dua di Kota Nanas ini, disebabkan biaya hidup tinggi di Prabumulih.

“Masalah kemiskinan ini, telah berupaya kita tuntaskan secara bertahap tahunnya. Lewat sejumlah program, untuk menekan atau menurunkan angka kemiskinan ini,” jelas Politisi PDIP kepada awak media, Rabu (9/10) usai menerima Perwakilan Bappeda Sumatera Selatan (Sumsel).

Akunya, untuk menurunkan angka kemiskinan masih 11,30 persen alias dua digit menjadi satu digit. Sesuai dengan keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov), perlu sinergitas antara Pemkot dan Pemkot.

“Memang angka kemiskinan kita masuk urutan kelima, masih dibawa provinsi. Kita mendukung dan terus berupaya agar angka kemiskinan bisa dibawah satu digit,” akunya.

Lanjutnya, sejumlah program tersebut. Meliputi; program bedah rumah, pemberian bantuan modal dan pelatihan kerja, dan lain-lainnya.

“Dengan program kita jalani dan berkelanjutan sifatnya, angka kemiskinan di kota ini bisa ditekan menjadi satu dikit. Sesuai dengan keinginan Pemprov, angka kemiskinan terus ditekan,” tukasnya.

Hal senada dibenarkan Perwakilan Bapped Provinsi, Jhoni Awaluddin. Tingginya, angka kemiskinan di Prabumulih masih diurutkan kelima.

“Kalau dibandingkan Muratara, angka kemiskinan Prabumulih jauh lebih baik. Masalahnya, memang biaya hidup Prabumulih cukup tinggi,” terangnya.

Masih kata dia, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot selama ini berupaya menekan angka kemiskinan di Prabumulih dengan berbagai program telah dijalankan.

“Kita juga setiap kali ke daerah lain, agar mencontoh Prabumulih dalam mengentaskan masalah kemiskinan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed