oleh

Berkebun Sayur di Atas Gedung

-Kecamatan-63 views

WONOSARI – Menanam sayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan adalah hal biasa. Namun bagaimana bila, bila menanam sayur diatas gedung?

Di RW 1 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara, terdapat tanaman sayur hidroponik yang ditanam diatas bangunan ruko berlantai 3. Bisa jadi tanaman sayur tersebut, tanaman sayur tertinggi di Prabumulih.

Kebun sayur yang diberi nama Campa Farm ini, digagas oleh Didi Irawan seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Disambangi Prabumulih Pos, dilantai 3 diatas ruko yang ditempati Didi sayuran hidroponik tersebut sangatlah subur.

“Ada beberapa jenis sayuran, samhong, sawi putih, kangkung, caisim, pakcoy dan brokoli,” kata Didi membuka pembicaraan saat berbincang dengan Prabumulih Pos Rabu (2/9/2020).

Berkebun Sayur di Atas Gedung

Didi menuturkan, ide menanam sayur diatas gedung saat covid-19 makin meluas. “Kita berfikir bagaimana caranya orang itu tidak harus ke Pasar, untuk berbelanja sayur. Akhirnya tercetuslah tanam hidroponik diatas gedung,” terbangnya mengatakan tanaman sayuran tersebut setelah mendapat izin dari pemilik ruko.

Menurut pria asal Musi Rawas ini, sayur hidroponik tersebut ditanam sejak April 2020 ini. “Sudah 4 kali panen, panennya bertahap tidak sekaligus,” ucapnya mengatakan terdapat 40 lubang tanaman dan biasanya akan cukup selama 1 bulan untuk satu keluarga.

Untuk pemasaran kata dia, belum dipasarkan secara luas karena masih tahap pengenalan. Karena itulah untuk sementara ini, pelanggan tanaman hidroponik baru lingkungan sekitar dan rekan kerja. “Kalau yang minat kebanyakan teman kantor, mereka lebih milih yang hidroponik. Karena lebih bersih dan tidak ada hamanya,” tuturnya mengatakan nama Campa Farm diambil dari kampung halamannya Desa Campur Sari di Kabupaten Musi Rawas.

Nah, untuki perawatan tanaman sayur hidroponik terang Didi tidaklah sesulit menanam sayur dimedia tanah. Yakni cukup mengecek ketersediaan air setiap harinya. “Tidak ribet, walaupun kemarau yang penting air tersedia. Kalau airnya untuk hidroponik rumahan 1 ember yang 50 liter cukup 1 minggu,” tukasnya.

Lurah Kelurahan Wonosari Dwi Indah Widyaningrum ST, mengaku tertarik dengan tanaman sayuran hidroponik diatas bangunan ruko tersebut. Sebab menurutnya, menanam sayur hidroponik diatas gedung merupakan solusi bagi masyarakat yang tak memiliki lahan pekarangan. “Banyak juga warga yang terkendala lahan, seperti ruko berkeinginan menenanam sayur tapi kendala lahan. Yang dilakukan mas Didi ini salah satu solusi tetap menanam sayur meski tak punya halaman,” terang Dwi yang mengecek langsung keberadaan tanaman yang berada dilantai 3 tersebut.

Ia berharap, tanaman melalui media hidroponik, dengan memanfaatkan perkarangan ataupun diatas bangunan dapat berkembang luas di masyarakat. “Tanaman yang kita tanam sendiri di pekarangan, sudah tentu lebih sehat. Jika di tanam dalam jumlah banyak, selain bisa di konsumsi untuk keluarga tentu bisa dijual, sehingga bisa menunjang perekonomian keluarga,” tukasnya.(08)

 

Komentar

News Feed