oleh

Beri Hukuman yang Mendidik

-Pendidikan-93 views

PRABUMULIH – Keberadaan Pojok Baca di SMPN 5 Prabumulih memberikan solusi untuk para guru yang ingin melaksanakan proses belajar mengajar di luar ruang kelas. Hal ini sangat penting agar dapat memberikan inspirasi untuk mengusir kebosanan para siswa belajar di luar ruang kelas.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 5 Prabumulih, Lutfi SGg MM, keberadaan sanung atau pondok sebagai pojok baca tersebut juga merupakan upaya merealisasikan dukungan terhadap program Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

“GLS juga merupakan salah satu hal yang sangat penting di suatu sekolah untuk menuju Standar Pelayanan Mutu Internal (SPMI), yang juga pada intinya menjadi program pada Sekolah menuju Standas Nasional,” jelasnya.

Waka Humas SMPN 5, Meynita SPd menambahkan, sejauh ini keberadaan pojok baca bukan hanya sebagai tempat bersantai sambil membaca buku, namun juga menjadi sarana proses belajar mengajar bahkan sebagai tempat memberikan hukuman yang mendidik, terhadap para siswa yang bermasalah.

Misal, siswa tidak mengerjakan tugas atau melakukan suatu pelanggaran di sekolah, maka siswa mendapatkan hukuman untuk membacara judul buku yang ada di pojok baca dan mengumpulkan hasil ringkatan.

“Saat ini kita tidak bisa lagi memberikan hukuman yang sembarangan, bahkan memberikan hukuman yang mendidik saja masih ada protes. Karena itu kita berharap agar adanya pengertian dari para wali murid bahwa pihak sekolah tidak mungkin memberikan hukuman diluar kapasitas sekolah,” jelasnya.

Lebih jauh wanita ini mengatakan, pojok baca juga bisa menjadi alternatif para guru untuk mengajar saat ada agenda literasi dan berbagai akivitas belajar mengajar lainnya agar memberikan suasana belajar mengajar yang nyaman untuk para siswa dan guru. “Tujuannya memang untuk itu, semoga bisa dimanfaatkan sebagaimana semestinya,” tandasnya.(05)

Komentar

News Feed