oleh

Berfikir Positif,  Ambil Hikmah di Balik Penundaan

PRABUMULIH – Riantini SPd MM, menjadi  satu diantara ratusan jemaah haji asal kota Prabumulih, yang keberangkatannya ke tanah suci kembali tertunda, untuk kedua kalinya.

Dirinya yang merupakan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih ini, mengajak jamaah lainnya yang keberangkatannya ditunda untuk selalu berpikir positif, bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak  Allah SWT.

Karena berada pada masa pandemi, membuat pihak Arab Saudi lebih berhati-hati jika terjadi kerumunan yang tidak terkendali, dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus corona virus disease 2019 (covid-19).

“lebih baik kita mengambil hikmah dari suatu kejadian. Jangan patah semangat, tetap berfikir positif bahwa penundaan adalah hal yang terbaik yang ditetapkan oleh Allah untuk umatnya,” ujar ibu dua anak ini.

Wanita ini menyampaikan bahwa virus corona tersebut memang ada, hanya saja tak kasat mata karena sebagai guru biologi tentu dirinya sangat paham dengan makhluk kecil ini. Karena itu lebih baik Waspada daripada menyesal karena lalai.

Hikmah yang dapat diambil lainnya, menurut wanita ini adalah  para warga yang masih muda, jika ada niat untuk berangkat silakan menabung dan menyetor dana keberangkatan haji, hingga mendapatkan nomor porsi atau nomor antrian yang sudah jelas.

“Karena penantian masih lama, maka lebih cepat menyetor itu sangat baik. Usai mendaftar mendapatkan nomor porsi keberangkatan maka bisa langsung menabung lagi untuk berangkat umroh, lantaran menunggu berengkat Haji,”jelasnya memotivasi.

Pembelajaran seperti tahun ini karena 2 tahun keberangkatan ditunda tentu akan berefek kepada para pengantri lainnya yang keberangkatannya juga makin lama, namun dia berharap kuota dari Indonesia dapat bertambah di tahun tahun berikutnya, jika masa pandemi ini susah normal.

“Sebenarnya kalau mau dipikir Memang sedih juga, bahkan Kami sempat membatalkan mengukur baju, karena sudah ada firasat akan dibatalkan kembali untuk keberangkatan tahun ini, namun lagi-lagi kita Suami istri saling menguatkan bahwa hal ini adalah cara terbaik dari Allah untuk melindungi umatnya, kita juga dulu sudah pernah mencium Hajar Aswad dan tidak terbayang ramainya umat Islam untuk melakukannya, dan hal itu tidak bisa dilakukan di masa pandemi seperti sekarang ini,” tukasnya. (05)

Komentar

News Feed