oleh

Berani Timbun Sembako, Ini Resikonya…

PRABUMULIH – Jajaran Polres Prabumulih bersama pemerintah kota (Pemkot) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat yang dijadikan lokasi penyimpanan sembako di kota ini.

Salah satunya, gudang sembako yang berada di samping Rumah Makan (RM) Siang Malam dan Sinar Baru Grande. Tak hanya itu, pedagang buah pun menjadi sasaran sidak y6ang dilakukan Jumat sore (11/5) itu.

Hasil sidak yang melibatkan Polres Prabumulih dibantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian, dan lainnya menemukan sejumlah makanan kadarluarsa atau expires yang tak layak konsumsi dan juga buah mengandung pestisida.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutahuruk menegaskan, bagi pelaku penimbun sembako yang membuat harganya melonjak tinggi akan diprosesnya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

“Bagi pelaku penimbun semako, kita warning siap-siap dipidana. Sejauh ini, stok sembako yang kita pantau masih aman dan harganya masih relatif stabil,” ucapnya kepada awak media, Jumat lalu (11/5).

Stok dan harga sembako, akan dipantau pihaknya secara berkala. Sehingga, tetap tersedia dan harganya relatif stabil. “Selain itu, makanan kadarluarsa dan buah mengandung pestisida yang kita temukan akan kita dalami. Apakah diretur atau diperjuabelikan. Pantuan kita, digudang memang sudah dipisahkan. Tetapi, akan kita monitoring historynya. Dari mana asal barang dan dikirim kemana,” tandasnya.

Kata Tito, pagi harinya dinas terkait di lingkungan Pemkot juga telah melakukan pengecekan ke pasar tradisional. Mulai dari cincau, ikan laut, buah-buahan, sayur mayur, dan lainnya. Dites atau diperiksa, hasilnya negatif.

“Kalau makanan yang mengandung formalin, hasil tes yang dilakukan Dinkes di pasar tradisional nihil,” akunya.

Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Brayadi mengatakan, kalau terhadap pedagang yang menjual barang kadarluarsa, mengandung pestisida, mengandung formalin, dan lainnya. Akan diberikan peringatan, dan juga pembinaan.

“Supaya, ke depannya tidak menjualnya lagi. Lantaran, makanan dan buah tersebut membahayakan masyarakat yang membelinya,” tandasnya.

Sebutnya, karena pedagang hanya sebagai penjual. Dan, tak jarang pedagang juga tidak tahu kalau makanan dan buah yang dijualnya kadarluarsa mengandung pestisida dan formalin serta lainnya.

“Hanya pembinaan yang kita lakukan, sehingga barang tersebut tidak lagi dijual pedagang,” bebernya.

Sedangkan, Staf Officer (SPC) Gudang Indomarco Adi Prima, Andika berdalih jika produk kadaluarsa yang ada di gudang akan didistribusikan kembali.

“Proses retur kami, setiap Senin. Produk kadaluarsa akan dibawa ke Palembang. Sambil menunggu proses itu, karena tidak ada gudang penampungan. Dan, otomatis kami pisahkan,” jelasnya kepada pihak kepolisian.

“Selanjutnya, paling kami akan memisahkan produk kadaluarsa yang ada. Di sini juga, tidak ada praktik curang seperti mengganti tanggal produk. Untuk ganti kardus saja, kami harus ajukan itu ke Palembang. Jadi, kami tidak memiliki stok kardus,” lanjutnya.

Andika juga membeberkan, catatan penting hasil sidak yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu Polres Kota Prabumulih itu.

“Catatannya, paling produk kadaluarsa itu tidak boleh disatukan di dalam gudang. Kendala kami sebenarnya karena tempat penampungan gudang kami kecil,” ujarnya.

“Seharusnya ada gudang, hanya saja posisi saat ini gudang itu sedang penuh. Karena, barang kadaluarsa di gudang ini bukan hanya milik kami, tapi ada juga barang retur dari toko,” tandasnya. (03)

News Feed