oleh

Berani Bakar Lahan, Ini Ancamannya…

-Metropolis-276 views

PRABUMULIH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mulai mengancam. Kekhawatiran ini muncul seiring mulai masuknya musim kemarau. Kebakaran lahan memang sering kali terjadi khususnya di musim kemarau.

Satuan Pol PP Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran mencatat, sepanjang Januari hingga April tahun ini sedikitnya ada lima rumah dan tiga kasus kebakaran lahan yang terbakar.

Salah satunya seperti yang terjadi di Kelurahan Sungai Medang Selasa (1/5) lalu. Sebuah lahan dengan luas kurang lebih satu hektar terbakar hebat. Informasi yang dihimpun koran ini, satu unit mobil penanggulangan bahaya kebakaran (PBK) dikerahkan untuk mengantisipasi kebakaran.

“Sejauh ini, baru satu kejadian kebakaran lahan yang terjadi Selasa (1/5) lalu di Kelurahan Sungai Medang, sekitar satu hektar lahan terbakar. Petugas sudah ke lokasi kejadian, untuk melakukan pemadaman dan api sudah padam,” jelas Kasat Pol PP Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran, H Ibrahim Cik Ading SH MH melalui Kabid Penyelamatan dan PBK, M Yusuf melalui Kordinator PBK, R Tauhid dikonfirmasi koran ini, kemarin (2/5).

Ibrahim mengimbau, agar masyarakat tidak membakar lahan. Selain itu juga, jika ada kebakaran lahan untuk segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti dan direspon. Sehingga, bisa dilakukan pemadam kebakaran. “Jika ada karhutla, langsung laporkan ke PBK. Petugas akan bergerak segera, untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

Kasat Binmas Polres Prabumulih Dedi Rahmat Hidayat SH yang dibincangi terpisah menerangkan, pihaknya sudah menyosialisasikan informasi seputar Karhutla dan penanggulangannya ke seluruh Bhabinkamtibmas di jajarannya.

“Untuk menyebarkan maklumat Kapolda, Pangdam dan Gubernur Sumsel. Supaya, warga dilarang membakar hutan, lahan dengan alasan apapun. Dikarenakan, sekarang ini sudah masuk musim kemarau dan antisipasi bencana kabut asap 2018,” ucapnya.

Warningnya, apabila masyarakat masih ditemukan membakar lahan yang mengakibatkan kebakaran hutan, maka Polri akan memproses hukum bagi pelaku pembakar lahan. Selain itu, para pelaku pembakaran selain diancam denda Rp 15 miliar, juga terancam pidana penjara 10 tahun.

“Selain itu, kita sudah memasang spanduk dan membagikan stiker tentang larangan karhutlah di titik-titik yang sering terjadi kebakaran lahan. Di setiap desa dan kelurahan yang ada di kota ini. Ancaman pelaku pembakaran diatur dalam UU No 23/2009 tentang lingkungan hidup,” tandasnya.

Sementara itu, terkait pembakaran lahan oleh warga Kelurahan Sungai Medang. Pemilik lahan Malhadi (37), warga RT 2 RW 8 Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai. Pihaknya telah menerjunkan anggota ke lokasi kejadian dan melakukan pemanggilan terhadap pemilik kebun.

“Informasi yang kita terima, pembakaran lahan dilakukan dengan sengaja untuk meremajakan kebun karet milik pelaku pembakaran. Pemilik lahan sudah dipanggil dan diperiksa oleh Polsek Cambai,” tambahnya. (03)

News Feed