oleh

Berangsur Tarik Uang Tak Layak Edar

-Ekonomi-49 views

SUDIRMAN – Bank BRI cabang Prabumulih mulai berangsur menarik uang tak layak edar. Yaitu tahun emisi 2004 yang sudah tidak layak edar meski kondisinya masih bagus, dan uang yang tahun emisi 2014 dan 2016 namun kondisi yang sudah tidak layak edar.

Pemimpin Cabang BRI Kota Prabumulih Harus Senjaya melalui Asisten manajemen operasional layanan (Amol), Mardiah mengungkapkan kalau aktivitas ini merupakan rutinitas harian yang selalu dilakukan oleh bagian pelayanan di Bank BRI cabang Prabumulih. Bahkan dalam satu bulan pernah saja menarik uang tidak layak edar sampai berjumlah Rp500 jutaan.

“Jumlah tersebut cukup tinggi karena ada banyak nominal Rp100.000 dan Rp50.000 an yang sudah tidak layak edar baik dengan kondisi rusak ataupun tahun emisi 2004,” jelasnya.

Lanjutnya meski tidak layak edar minimal tahun emisi tahun 2004. Namun setoran dari nasabah tetap terus diterima, hanya saja pegawai bank yang langsung memilah atau mensortir tahun MNC bank dengan kondisi uang yang disetorkan oleh nasabah

“Semuanya tetap diterima kemudian dipilah sesuai tahun emisi, baru kemudian kita setor kembali ke Kantor Kas Titipan Bank Indonesia (BI),” bebernya.

Mardiah mengatakan bahkan usai lebaran belum lama ini beberapa uang yang lecet atau rusak membuat tidak layak edar juga banyak. Karena itu beberapa uang setoran nasabah kembali dipilih oleh bagian khusus untuk mengklasifikasikan uang sesuai tahun emisi dan sesuai dengan kondisi fisik uang kertas.

Pantauan koran ini, salah seorang pegawai Bank BRI cabang Prabumulih, Dessy sibuk memilah Uang pecahan Rp5.000 baik yang masih layak ataupun yang sudah tidak layak edar lagi.

Banyaknya uang pecahan tersebut, menurut wanita berjilbab ini adalah sisa uang pecahan yang beredar saat lebaran hari raya Idul Fitri bulan lalu. Jumlah tersebut bahkan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan, karena uang yang beredar pecahan belum sebanding dengan uang yang dipilihnya beberapa Waktu terakhir. “Dalam satu hari rata rata memilah uang pecahan kecil hingga belasan juta rupiah. Terutama untuk pecahan Ro2.000, Rp5.000 dan Rp10 ribuan,” bebernya. (05)

Komentar

News Feed