oleh

Belum Ada Indikasi Titik Hot Spot. Imbau Warga Tak Bakar Lahan

PRABUMULIH – Polres Prabumulih, khususnya di wilayah hukumnya belum menemukan titik kebakaran lahan atau dikenal hot spot. Hal itu ditegaskan Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dibincangi awak media, belum lama ini. Pamen berpangkat dua melati ini menegaskan, kalau tahun lalu ada satu titik hot spot di wilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Penyebabnya, tidak adalah kebakaran hutan lahan dan kebun (Karhutlabun).

“Kalau sejauh ini, belum ada titik hot spot. Kita monitoringnya lewat satelit BMKG. Hot spot ini disebabkan Karhutlabun,” jelasnya. Sambungnya, penyuluhan membakar lahan hutan kebun, sudah dilakukan jajarannya lewat Bhabinkamtibmas di wilayahnya masing-masing. Karena, membakar kebun lahan dan hutan bisa menimbulkan Karhutlabun. “Apalagi, sekarang ini sudahkah memasuki bulan kemarau. Api dengan cepat dan mudah sekali membesar, bisa menyebabkan Karhutlabun,” sebutnya.

Sambungnya, pembakaran lahan, hutan, dan kebun dengan sengaja bisa dipidana penjara selama 15 tahun, dan denda Rp 10 miliar. “Bisa dikenakan UU Lingkungan tentang Karhutlabun, dan juga UU KUHP,” jelasnya. Karenanya, ia mengimbau, untuk tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, dan kebun dengan sengaja. Sehingga, tidak terjerat pidana. “Iya, sebaiknya tidak dilakukan. Kalau tidak ingin, masuk penjara karena Karhutla,” tukasnya.

Demikian juga diungkap Kapolsek RKT, Budiyono menyebabkan, kalau sejauh ini belum ada titik hot spot di wilayahnya rentan terjadi Karhutlabun. “Kita imbau, warga kita agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Karena, bakal menimbulkan Karhutlabun. Penyuluhan kita berikan lewat Bhabinkamtibmas di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Lanjut Budi, personelnya telah mengingatkan, ancaman pidananya jika ketahuan membakar lahan, kebun dengan sengaja. “Apalagi, sekarang ini memasuki bulan kemarau. Sangat berbahaya sekali, sebaiknya tidak untuk memicu Karhutlabun,” pesannya. (03)

Komentar

News Feed