oleh

Belasan Peserta Upacara Tumbang. Satu Dilarikan ke RS

PRABUMULIH – Cuaca terik pada pelaksanaan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako), Sabtu kemarin membuat peserta upacara, khususnya pelajar berjatuhan alias tumbang.

Diduga para peserta tidak tahan menahan teriknya matahari. Sehingga, mengalami kelelahan atau kecapean dan hampir pingsan. Untung lah petugas medis telah disiagakan sigap bersama dewan guru memberikan pertolongan.

Petugas medis, dr Ersyika Ariyani menerangkan, selain cuaca terik. Tumbangnya para peserta upacara tersebut, dikarenakan lupa makan. Selain itu juga, bisa dipicu dehidrasi akibat kepanasan.

“Bersama dewan guru, para pelajar tumbang tersebut diberikan pertolongan. Memang ada tiga ambulance dan 24 tim medis disiagakan, baik upacara pengibaran dan penurunan bendera,” akunya kepada awak media, akhir minggu ini.

Sambungnya, ambulance dan tim medis sengaja disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut. Sehingga, jika ada peserta kelelahan alias tumbang bisa diberikan pertolongan.

“Sekitar 10-15 peserta tumbang ketika upacara pengibaran bendera berlangsung, kalau ketika penurunan tidak ada. Karena, menjelang sore pelaksanaannya dan cuaca relatif bersahabat,” terangnya.

Sementara itu, Munasri SPd, Kepala SDN 14, terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) karena mengalami sakit ketika mengikuti upacara dibawa tenda yang disediakan. “Kita berikan pertolongan pertama, kondisinya tidak stabil. Akhirnya, dibawa tim ke RS untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed